MEA Tak Selalu Negatif

image

Kendati dengan segera dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di akhir tahun 2015 ini patut diwaspadai, namun lebih dari itu bahwa hal tersebut sebagai sebuah peluang yang besar bagi Indonesia.

Sebab, jumlah penduduk yang besar di atas 250 juta jiwa, dengan diberlakukannya MEA itu sebagai sebuah pintu peluang yang besar bagi para tenaga kerja atau pencari kerja Indonesia untuk dapat mencari nafkah di sembilan negara anggota ASEAN.

Hal itu dikatakan anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR) RI Capt. Djoni Rolindrawan, Rabu (23/09/15).

“Kalau saya pikir jelas ini (MEA) sebuah peluang yang sangat bagus dan besar untuk kita (Indonesia), dimana para tenaga kerja bisa menyerbu negara-negara yang menjadi anggota ASEAN ini untuk bekerja di negara mana pun yang mereka inginkan,” papar Djoni.

Jadi, menurut politisi Partai Hanura dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bogor dan Cianjur ini, para tenaga kerja atau pencari kerja asal Indonesia untuk bersiap-siap menangkap peluang MEA tersebut untuk bisa berekspansi ke luar negeri bersaing dengan tenaga kerja asing lainnya.

“Tapi, ya kalau bisa jangan seperti selama ini yang lebih banyak tenaga kerja di sektor informal. Kita harus banyak mengirimkan tenaga kerja profesional dengan keahlian-keahlian khusus yang dibutuhkan pasar atau dunia kerja di MEA,” tandasnya. | d.raditya |

print

You may also like...