Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Headline

Mayoritas Warga Bogor Makan Buah dan Sayur Berbahaya

badge-check


					Mayoritas Warga Bogor Makan Buah dan Sayur Berbahaya Perbesar

image

Untuk kelima kalinya Bogor Organic Fair digelar di GOR Pajajaran Kota Bogor, Jumat (11/9/2015). Pameran ini digelar untuk lebih memperkenalkan bahan pangan organik kepada masyarakat luas. Sebab, sebagian besar masyarakat masih mengkonsumsi produk pertanian yang terpapar pestisida.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bogor Azrin Syamsudin mengatakan saat ini sebagian besar masyarakat Kota Bogor masih mengkonsumsi buah dan sayur dengan kandungan pestisida yang membahayakan.

“Dengan pameran ini, bisa menjadi salah satu upaya untuk mengurangi konsumsi produk pertanian yang terpapar pestisida. Selain itu juga sekaligus menjadi kampanye agar petani mengurangi penggunaan pestisida pada produk pertanian,” ujar Azrin.

Padahal, penggunaan pestisida selain mengontaminasi produk pertanian juga menyebabkan degradasi lingkungan. Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Yasid Taufik mengatakan share market produk organik sudah mulai terlihat signifikan, yakni 30 persen. Ke depan, Yasid menilai peluangnya lebih besar seiring dengan  meningkatnya kesejahteraan dan kesadaran masyarakat akan kesehatan.

Banyaknya produk organik yang palsu di pasaran juga membuktikan permintaan produk organik melimpah. “Sekarang belum terukur secara pasti tapi segmen di Indonesia sudah merambah 10-15 persen masyarakat kita. Ceruk pasarnya ke depan juga makin berkembang,” kata Yasid.

Menurut dia, pembangunan pertanian secara konvensional masih memiliki kelemahan karena tergantung pada faktor input dan menyebabkan degradasi lingkungan. “Bahkan, disinyalir akan mengganggu kesehatan,” tutur Yasid. Dengan mengandalkan bahan alami, petani bisa mengurangi biaya pupuk dan pestisida. Meskipun, hasilnya dinilai petani tidak sebesar produktivitas lahan pertanian konvensional.

Direktur Eksekutif AOI Rasdi Wangsa mengatakan BOF 2015 menargetkan 10 ribu pengunjung selama pameran 3 hari. “Dengan mengkonsumsi pangan organik, masyarakat bisa lebih sehat dan petani bisa lebih sejahtera karena hasil panen lebih baik. Harganya pun murah,” katanya. | deni |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Petugas Gabungan di Bogor Terus Berjibaku Padamkan 8 Lahan Sampah Terbakar

14 September 2026 - 19:36 WIB

67 Tahun Pelopor, Momentum Evaluasi dan Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

14 September 2026 - 19:32 WIB

Pemkot Bogor dan Danone Indonesia Kolaborasi Kembangkan UMKM agar Naik Kelas

14 September 2026 - 19:28 WIB

Denny Mulyadi Dorong Peningkatan Pelayanan Publik dalam Penilaian Ombudsman 2026

14 September 2026 - 19:25 WIB

Trending on Kabar Bogor