Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Bogor

Mahasiswa IPB Penderita Hepatitis Berkurang

badge-check

image

Pemeriksaan hepatitis #Deny hendrayana

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang masih dirawat di rumah sakit akibat hepatitis A mulai berkurang. Tercatat, hingga Sabtu (12/12/2015) masih ada 15 mahasiswa IPB yang dirawat di 2 RS berbeda di wilayah Bogor.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaaan IPB Yonny Koesmaryono mengatakan ada total 37 mahasiswa IPB yang terduga hepatitis A. “Dalam pemeriksaan kesehatan selama 2 hari ini memang ada yang memiliki gejala mirip hepatitis A. Mereka kemudian dirujuk ke RS untuk pemeriksaan darah dan kinerja hati,” kata Yonny.

Dari jumlah itu, tinggal 15 mahasiswa yang masih menjalani perawatan di RS. Yonny juga memastikan biaya pengobatan mahasiswa ditanggung sepenuhnya  IPB. Jika ada yang mengeluarkan biaya perawatan, maka mahasiswa tersebut dipastikan tidak melapor ke kampus jika sakit.

IPB bekerja sama dengan dinas kesehatan Kabupaten Bogor juga melakukan sosialisasi kepada pemilik usaha makanan di sekitar kampus mengenai higienitas. Dugaan awal, penyakit ini menyebar akibat sumber air yang tercemar atau alat makan yang tidak bersih.

Kondisi mahasiswa yang rentan paska menghadapi ujian akhir semester serta asupan makanan yang tidak baik membuat penyakit ini dengan mudah menyebar. Yonny juga memastikan kematian Senna bukan karena hepatitis A melainkan komplikasi hepatitis B dan paru-paru.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Kusnadi mengatakan saat ini petugas fokus pada penanganan mahasiswa yang terjangkit penyakit hepatitis supaya tidak menjadi penyebar virus.

Menurut dia, meski memiliki gejala banyak dan seolah-olah parah, penyakit hepatitis A tidak mematikan. “Penderitanya bisa sembuh sendiri dan memang tidak ada obatnya. Asal menjaga kebersihan dan asupan gizi  sembuh. Tapi harus dikarantina supaya tidak menulari yang lain,” ucap Kusnadi. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

TIngkatkan Efisiensi dan Efektivitas, Kendaraan Operasional Disperumkim Dipasangi GPS dan Fuel Sensor

22 July 2026 - 10:20 WIB

Pemkot Bogor Gencarkan Razia Angkot Tua

21 July 2026 - 22:12 WIB

Dedie-Jenal Perkuat Pelestarian Sejarah, Seni, dan Budaya melalui Berbagai Terobosan

20 July 2026 - 22:08 WIB

Trending on Kabar Bogor