Menu

Dark Mode
Komdigi Resmi Blokir Akses Grok AI Imbas Marak Deepfake Asusila Pengguna Instagram Dibanjiri Email Reset Password, Ternyata Ada Kebocoran Data Inggris Pertimbangkan Blokir X Akibat Konten AI Cabul Hasil M7 Mobile Legends: Onic Mati-matian Lawan Boostgate di Swiss Stage Langkah Senyap Strava Menuju IPO, Akan Melantai di Bursa Musim Semi 2026 Video Detik-detik Penemuan Spesies Baru Anaconda Raksasa Amazon

Kabar Bogor

Mahasiswa IPB Penderita Hepatitis Berkurang

badge-check

image

Pemeriksaan hepatitis #Deny hendrayana

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang masih dirawat di rumah sakit akibat hepatitis A mulai berkurang. Tercatat, hingga Sabtu (12/12/2015) masih ada 15 mahasiswa IPB yang dirawat di 2 RS berbeda di wilayah Bogor.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaaan IPB Yonny Koesmaryono mengatakan ada total 37 mahasiswa IPB yang terduga hepatitis A. “Dalam pemeriksaan kesehatan selama 2 hari ini memang ada yang memiliki gejala mirip hepatitis A. Mereka kemudian dirujuk ke RS untuk pemeriksaan darah dan kinerja hati,” kata Yonny.

Dari jumlah itu, tinggal 15 mahasiswa yang masih menjalani perawatan di RS. Yonny juga memastikan biaya pengobatan mahasiswa ditanggung sepenuhnya  IPB. Jika ada yang mengeluarkan biaya perawatan, maka mahasiswa tersebut dipastikan tidak melapor ke kampus jika sakit.

IPB bekerja sama dengan dinas kesehatan Kabupaten Bogor juga melakukan sosialisasi kepada pemilik usaha makanan di sekitar kampus mengenai higienitas. Dugaan awal, penyakit ini menyebar akibat sumber air yang tercemar atau alat makan yang tidak bersih.

Kondisi mahasiswa yang rentan paska menghadapi ujian akhir semester serta asupan makanan yang tidak baik membuat penyakit ini dengan mudah menyebar. Yonny juga memastikan kematian Senna bukan karena hepatitis A melainkan komplikasi hepatitis B dan paru-paru.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Kusnadi mengatakan saat ini petugas fokus pada penanganan mahasiswa yang terjangkit penyakit hepatitis supaya tidak menjadi penyebar virus.

Menurut dia, meski memiliki gejala banyak dan seolah-olah parah, penyakit hepatitis A tidak mematikan. “Penderitanya bisa sembuh sendiri dan memang tidak ada obatnya. Asal menjaga kebersihan dan asupan gizi  sembuh. Tapi harus dikarantina supaya tidak menulari yang lain,” ucap Kusnadi. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Donasi Peduli Aceh Sumatra, Warga Kota Bogor Antusias

27 December 2025 - 22:04 WIB

Ratusan Pramuka Kota Bogor Bantu Jaga Kondusifitas Nataru

25 December 2025 - 11:00 WIB

Bantu Sumatra, Penggiat Sosial dan Filantropis Kota Bogor Diapresiasi

25 December 2025 - 10:28 WIB

Umat Pertanyakan SK Perubahan Susunan Kuria Keuskupan Bogor

24 December 2025 - 09:30 WIB

Jelang Nataru, Bahan pangan dan Sembako di Kota Bogor Aman

23 December 2025 - 10:35 WIB

Trending on Kabar Bogor