Lulu Hypermarket Buka di Tanggerang

Salah satu perusahaan retail milik Uni Emirat Arab ‘Lulu Hypermarket’ resmi menambah gerai barunya di Indonesia. Kali ini kawasan Kota Tanggerang menjadi target market pengusaha asal Timur Tengah tersebut.

Berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Cimone, Kota Tanggerang, cabang ke 206 di dunia atau ke lima di Indonesia disanjung Wali Kota Tanggerang, Arief R Wismansyah. Pasalnya, tak hanya produk retail Internasional yang dipasarkan. Berbagai macam produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) turut dirangkul untuk menggenjot bisnis pelaku UMKM.

Pembukaan gerai ke lima yang juga dihadiri Duta Besar India untuk Indonesia H.E Manoj Kumar Bharti dan Duta Besar Uni Emirat Arab H.E Abdulla Salem Aldhaheri ini, Arief menyebut, dengan dibukanya kran investasi di sektor retail yang menjual tak kurang dari 10.000 produk dengan standar internasional tersebut, sangat membantu pelaku UMKM Kota Tangerang dalam memperkenalkan dan memasarkan produk.

“Tadi kita lihat ada stand untuk produk UMKM, jadi bisa membantu,” singkatnya, kepada wartawan usai menghadiri Grand Opening Lulu Hypermarket Cimone, Kamis (25/03) kemarin.

Menurutnya dengan adanya retail baru yang menjual barang serba halal tersebut, akan membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 dan menyerap tenaga kerja baru di wilayahnya.

“Ini menjadi momentum positif pertumbuhan investasi dan juga ekonomi di Kota Tangerang di masa pandemi. Infonya pekerjanya semua merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi gerai,” ungkap Arief.

Sementara, Presiden Direktur Lulu Group Retail, Biju Sathya menjelaskan bukan hanya Tangerang yang akan menjadi tujuannya dalam membuka toko di Indonesia.

“Tapi sesuai request awal, investasi di Indonesia mencapai sekitar 500 juta dollar AS. Itu untuk semua toko, bukan hanya Tangerang, Tangerang luas sekali, tapi kita rencana ekspansi ke Jawa Barat seperti Bandung, Bogor, lalu Solo dan wilayah lainnya,” Ungkap Biju.

Nantinya, sambung dia, ada beberapa wilayah provinsi berpeluang untuk dibuka gerai baru. Bahkan sangat mungkin jika membuka 3 sampai 5 gerai lagi. Namun, bila memang daerah tersebut ramai dan memiliki potensi yang besar, maka bisa membuka sampai 10 toko lagi.

“Pandemi sebenarnya bukan masalah, meski ada sedikit pengaruh, tapi kita tetap harus jalan. Terutama dalam pengembangan produk-produk UKM,” tandasnya.

penulis A Fauzi

editor Aldho Herman

print

You may also like...