Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Headline

Lima Kampung di Kabupaten Cianjur Terisolasi Karena Longsor

badge-check


					longsor cianjur- antara.com Perbesar

longsor cianjur- antara.com

Lima kampung di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terisolasi akibat jalan utama penghubung antar-kampung amblas sepanjang 100 meter dengan kedalaman mencapai 20 meter, sehingga tidak dapat dilalui.

“Aktivitas warga terhambat karena tidak ada jalan alternatif yang bisa dilalui, kecuali dengan cara berjalan kaki menelusuri pematang sawah dibagian atas jalan yang amblas,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi di Cianjur, Rabu (24/2/2021)

Menurutnya, hingga saat ini petugas masih melakukan pendataan terkait kerusakan akibat longsor yang membuat amblasnya jalan dan mengancam permukiman warga di lima kampung itu. Bahkan pendataan masih dilakukan terhadap jumlah warga yang harus dievakuasi.

Data semenetara, ada 15 kepala keluarga segera dievakuasi karena rumah mereka terancam longsor, dan ratusan kepala keluarga yang terdiri dari 1300 jiwa lebih, diimbau untuk siaga dan segera mengungsi jika longsor susulan kembali terjadi dan mengancam keselamatam warga.

“Kami masih melakukan pendataan dan menyiapkan lokasi pengungsian yang dinilai aman dari longsor. Untuk sementara warga masih tinggal di rumahnya masing-masing, namun ketika hujan kembali turun Relawan Tangguh Bencana akan segera mengevakuasi warga,” ujarnya.


Baca juga: Mayat Terbungkus Plastik di Bogor, Ternyata Siswi SMA


Sementara itu Kepala Desa Batulawang, Nanang Rohendi, mengungkapkan amblasnya jalan penghubung utama antar-kampung itu, setelah hujan turun deras, sehingga menyebabkan tebing dibagian bawah jalan yang sudah labil, tiba-tiba amblas membuat landasan jalan putus dan terseret sedalam 20 meter.

“Akibatnya akses menuju ke lima kampung tidak dapat dilalui, sehingga 600 kepala keluarga yang terdiri dari 1.300 jiwa terisolir dan tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan usaha ekonomi, sehingga pihaknya berharap ada bantuan alat berat untuk membuka kembali akses jalan tersebut,” kata Kades.

Seluruh aktivitas warga lumpuh, akses menuju lima kampung terputus. 600 Kepala keluarga diimbau waspada untuk mengungsi jika longsor dan amblas terus meluas karena belasan rumah warga terletak tidak jauh dari jalan yang amblas.

Saat ini, lanjut Kades, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait dan BPBD Kabupaten Cianjur, untuk membangun tempat pengungsian sebagai upaya antisipasi ketika warga harus dievakuasi karena menjelang sore intensitas hujan di wilayah itu masih tinggi.

Sumber: Antara
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Korban Pesawat Jatuh di Maros Terima 1,7 M Santunan BPJS Ketenagakerjaan

9 March 2026 - 12:36 WIB

Komitmen Serap Tenaga Kerja Lokal, Eiger Adventure Land Buka Rekrutmen Massal

6 March 2026 - 23:32 WIB

 BPJS Ketenagakerjaan dan Disnakertransgi DKI Jakarta Perkuat Kepatuhan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

5 March 2026 - 12:06 WIB

Menaker: THR Tak Bisa Dicicil, Wajib Dibayar Penuh

5 March 2026 - 11:50 WIB

GAMKI Sumut Apresiasi Kinerja dan Program Strategis Pemprov Sumatera Utara

1 March 2026 - 22:48 WIB

Trending on Headline