Menu

Dark Mode
China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat Proyek Raksasa di Gurun Nevada: 1.650 Antena untuk Mengintip Semesta

Kabar Dunia

Fatah: Imbas Kondisi Negara, Pemerintahan Jokowi-JK dalam Kondisi Lampu Kuning

badge-check


					Fatah: Imbas Kondisi Negara, Pemerintahan Jokowi-JK dalam Kondisi Lampu Kuning Perbesar

KONDISI ekonomi, sosial, politik dan keamanan di tanah air saat ini mulai membuat masyarakat resah. Hal tersebut menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Masyarakat (Lekat), Abdul Fatah, membuat kondisi Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam kondisi lampu kuning.

“Kebijakan pemerintah menaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL) membuat masyarakat gamang. Kebijakan kenaikan TDL kapasitas 900 VA membuktikan pemerintah tak peka terhadap kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Padahal UKM banyak menggunakan listrik 900 VA,” kata Fatah dalam diskusi bertajuk Rekonsoliasi Gerakan Mahasiswa Dalam Mengawal Kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Fatah menambahkan, Jika tarif listrik dinaikkan, maka banyak para UKM yang akan menjerit. Padahal dicabut subsidinya pun belum tentu betul-betul masyarakat miskin yang menerimanya. Mestinya kebijakan tersebut ditunda terlebih dahulu. Karena kondisi listrik yang 900 VA ini justru bisa menggerakkan UKM yang semuanya membutuhkan pasokan listrik yang besar.

“Saat ini masyarakat yang membayar listrik itu ternyata tidak dibayar per kwh. Melainkan ada beban pajak lain yang diberikan ke masyarakat, seperti pajak penerangan jalan. Sehingga orang membeli pulsa listrik Rp100 ribu, hanya sekitar Rp 60 ribu yang bisa dinikmati. Di saat daya beli menurun, kebijakan tersebut sangat tak populis. Terlebih saat ini banyak kebutuhan warga yang naik, seperti cabai,” ujarnya.

Fatah melanjutkan, imbas dari hal tersebut membuat banyak orang stress dan akhirnya jumlah kekerasan terhadap anak, ibu rumah tangga, lansia dan lainnya meningkat.

“Di sisi keamanan, masyarakat mengalami krisis kepercayaan terhadap polisi lantaran lebih menjadi pelindung pemerintah ketimbang masyarakat. Sedikit-sedikit main tangkap, main kenakan pasal,” ujarnya.

Fatah berharap, pemerintah dapat mengkaji kembali kebijakan yang telah dan akan dikeluarkannya jika memang kebijakan tersebut berdampak kurang baik terhadap kehidupan masyarakat.

[pratama]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Elon Musk Jadi Manusia Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 8.311 Triliun

5 October 2025 - 10:50 WIB

Orang-orang Abad ke-20 Santap Daging Gajah Mamut Jadi Steak

3 October 2025 - 11:15 WIB

Ilmuwan Prediksi Alam Semesta Bakal Mengalami Kiamat Kosmik

2 October 2025 - 11:16 WIB

Trending on Kabar Dunia