YANG paling mendapat sorotan tentu senggolannya kepada Rossi, pembalap Movistar Yamaha. Senggolan pada lap ke-20 itu membuat The Doctor sempat terjatuh. Rossi yang saat itu tengah melaju di urutan ketujuh pun harus finis di posisi ke-19.
Akibat ulahnya pada MotoGP Argentina, The Baby Alien memang sudah mendapat hukuman. Selain harus kembali start dari pit lane, ia juga terkena penalti 30 detik. Pembalap Repsol Honda itu yang seharusnya finis di urutan ke-15 jadi merosot ke posisi ke-18.
“Ia telah dihukum atas apa yang ia lakukan. Tapi, saya pikir seharusnya ia masih dalam masa percobaan hingga akhir musim. Ia harus diberitahu, jika melakukan kontak dengan caranya sendiri, ia akan mendapat hukuman,” ujar Schwantz, juara dunia kelas 500cc 1993, dilansir Tuttomotoriweb.
“Masalahnya, jika itu adalah kesalahan di mana ia menyombongkan dirinya karena lebih cepat di lintasan basah, ia tetap seorang juara. Ia tahu apa yang dilakukan. Jadi, ia tahu saat menyalip motor dan akan melakukan kontak,” Schwantz menambahkan.
Pihak MotoGP akan menggelar pertemuan sebelum balapan MotoGP Austin 2018 di Circuit of the Americas (Cota), akhir pekan depan. Selain membahas soal keamanan dalam membalap, kabarnya akan ada keputusan mengenai desakan untuk memberikan Marquez hukuman tambahan.
Pro dan kontra memang terus menghiasi mengenai sikap MotoGP yang seakan diam saja atas insiden Marquez dan Rossi. Tak sedikit pihak yang berpendapat bahwa Marquez layak mendapat sanksi tambahan. Tapi, tak sedikit pula yang mengkritik bahwa itu adalah insiden yang murni karena balapan.
“Anda tak bisa begitu saja masuk ke sisi dalam tikungan, menabrak lawan, dan berkata maaf karena telah membuat kesalahan. Setiap orang terkadang membuat kesalahan dalam situasi kritis, tapi seharusnya ia tak melakukannya dengan konsekuensi membahayakan pembalap lain, Schwantz menegaskan.
***
Sumber : www.bola.com
Foto : www.bola.com














