Lakukan Pemotretan di Kuburan, Wanita Ini Tuai Kecaman

Banyak  faktor  yang mampu mempengaruhi hasil foto. Salah satunya yakni tempat atau background. Dengan latar  yang menunjang, hasil foto akan menjadi lebih hidup dan bagus.

Latar tempat untuk foto biasanya dicari yang bernuansa unik. Hal itulah yang tadinya diinginkan pemilik butik busana pengantin di Malaysia, sekaligus fotografer bernama Nur Aminar Mohd Amiruddin.

Nur Amirah mengadakan pemotretan dengan menggunakan model. Model tersebut menggunakan koleksi gaun dari butiknya.

Rupanya, tempat yang ia pilih sangat kontroversial. Alih-alih berbeda dari yang lain, hasil pemotretan busana Nur Amirah malah banjir kecaman warganet.

Bagaimana tidak, Nur Amirah melakukan pemotretan berlatar tempat pemakaman umum. Pemotretan itu dianggap tidak sensitif alias kurang menghargai agama lain yang ada di Malaysia.

Kecaman pun berdatangan saat Nur Aminar memposting hasil pemotretan itu di facebook.

Melansir The Vocket, wanita26 tahun itu mengatakan bahwa pemotretan tersebut berlangsung pada Minggu 3 November 2019 di sebuah pemakanan Kristen di Batu Pahat, Johor, Malaysia.

Setelah ramai dihujat, Amirah pun meminta maaf. ” Saya mengakui kesalahan saya dan meminta maaf kepada telah tersinggung,” ujar wanita tersebut.

Ia mengatakan tak ada sedikitpun niatan untuk mencari sensasi dengan melakukan pemotretan di kuburan.

“Saya adalah fotografer untuk pemotretan dan wanita yang ada di dalam gambar adalah seorang model saja, bukan pengantin sungguhan. Saya memilih lokasi itu karena saya menginginkan sesuatu yang berbeda dan mengambil inspirasi dari luar negeri,” jelas Amirah.

Amirah juga menegaskan bahwa ia tak bermaksud menjatuhkan agama lainnya. “Saya upload gambar untuk bersenang-senang dan tidak berniat mengejek agama lain,” katanya.

Wanita yang berasal dari Kluang, Malaysia itu juga menyangkal bahwa foto yang diambil bertujuan untuk mempromosikan bisnisnya. Ia mengatakan jika foto-foto itu disimpan hanya untuk koleksi pribadi.

Untuk meredakan situasi yang sedang memanas, Amirah memutuskan men-nonaktifkan akun Facebooknya selama beberapa waktu.

“Saya ingin menjelaskan bahwa gambar ini tidak diambil untuk tujuan pemasaran dan saya tidak akan menggunakan hasil foto ini lagi, karena dengan cara ini sama seperti membunuh diri sendiri,” kata Amirah yang merasa kapok.

“Saya menerima kritik dari masyarakat dengan hati yang terbuka karena saya akui saya penyebab kesalahan, tolong jangan menyalahkan model yang ada di dalam foto tersebut,” tambah Amirah lagi kepada Surat Melayu. (mut)

Sumber : dream.co.id

Foto: The Vocket

print

You may also like...