Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Kabar Bogor

Lagi, Kantor Walikota Didemo

badge-check


					Lagi, Kantor Walikota Didemo Perbesar

image

Walikota bogor bima arya menerima pendemo. (Foto deny hendrayana)

Ratusan warga dan mahasiswa yangtergabung dalam KPTB Perjuangan dan GMNI kembali berunjuk rasa di depan Balai Kota Bogor, Jalan Ir H Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (30/11/2015). Mereka masih tetap membawa agenda menolak adanya hotel dan mall dalam optimalisasi Terminal Baranangsiang.

Sikap Pemerintah Kota Bogor soal optimalisasi terminal dinilai massa telah membuat kondisi terminal semakin kumuh serta menghidupkan sejumlah praktik pungli di terminal. Koordinator Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (kptb) perjuangan Teddy Irawan mengatakan massa juga meminta Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan secara transparan hasil kajian tim bangunan dan gedung soal optimalisasi Terminal Baranangsiang.

image

“Unjuk rasa sudah berkali-kali dan Pemerintah Kota Bogor masih saja belum memberikan kepastian terkait Baranangsiang,” katanya.

Menurut Teddy, Terminal Baranangsiang memerlukan perbaikan, tetapi akan lebih baik jika menggunakan anggaran dari APBD, bukan melalui pihak swasta.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang menemui massa mengatakan pemkot masih melakukan koordinasi dengan pengembang PT Pancakarya Grahatama Indonesia terkait perubahan desain terminal. Apalagi, pemerintah pusat telah merencanakan adanya integrasi kereta ringan ke Terminal Baranangsiang.

“Kami akan memutuskan secepatnya,” kata Bima. Menurut dia, perlu perubahan banyak dalam hal desain untuk mendukung masuknya kereta ringan tersebut. “Sore ini pemkot akan bertemu dengan pengembang dan akan menyelesaikan desainnya,” katanya.

Ia menilai jika optimalisasi terminal harus dilakukan untuk menunjang transportasi perkotaan yang terintegrasi dan tidak selalu mengandalkan angkot dan bus. Tentunya, tambah Bima, harus menimbang dampak sosial yang ditimbulkan dari pembangunan nantinya. (Deni/raditya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Petugas Gabungan di Bogor Terus Berjibaku Padamkan 8 Lahan Sampah Terbakar

14 September 2026 - 19:36 WIB

67 Tahun Pelopor, Momentum Evaluasi dan Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

14 September 2026 - 19:32 WIB

Pemkot Bogor dan Danone Indonesia Kolaborasi Kembangkan UMKM agar Naik Kelas

14 September 2026 - 19:28 WIB

Denny Mulyadi Dorong Peningkatan Pelayanan Publik dalam Penilaian Ombudsman 2026

14 September 2026 - 19:25 WIB

CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis

11 September 2026 - 16:00 WIB

Trending on Kabar Bogor