Menu

Dark Mode
BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia Agen AI Anthropic dan OpenAI Lepas Kendali saat Diuji Penangkap Lele Jumbo Meresahkan akan Dikasih Duit Pemerintah Unik! Hotel Ini Dirancang ‘Menghilang’ di Gurun Namibia 3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam

Kabar Bogor

Lagi, Kantor Walikota Didemo

badge-check


					Lagi, Kantor Walikota Didemo Perbesar

image

Walikota bogor bima arya menerima pendemo. (Foto deny hendrayana)

Ratusan warga dan mahasiswa yangtergabung dalam KPTB Perjuangan dan GMNI kembali berunjuk rasa di depan Balai Kota Bogor, Jalan Ir H Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (30/11/2015). Mereka masih tetap membawa agenda menolak adanya hotel dan mall dalam optimalisasi Terminal Baranangsiang.

Sikap Pemerintah Kota Bogor soal optimalisasi terminal dinilai massa telah membuat kondisi terminal semakin kumuh serta menghidupkan sejumlah praktik pungli di terminal. Koordinator Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (kptb) perjuangan Teddy Irawan mengatakan massa juga meminta Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan secara transparan hasil kajian tim bangunan dan gedung soal optimalisasi Terminal Baranangsiang.

image

“Unjuk rasa sudah berkali-kali dan Pemerintah Kota Bogor masih saja belum memberikan kepastian terkait Baranangsiang,” katanya.

Menurut Teddy, Terminal Baranangsiang memerlukan perbaikan, tetapi akan lebih baik jika menggunakan anggaran dari APBD, bukan melalui pihak swasta.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang menemui massa mengatakan pemkot masih melakukan koordinasi dengan pengembang PT Pancakarya Grahatama Indonesia terkait perubahan desain terminal. Apalagi, pemerintah pusat telah merencanakan adanya integrasi kereta ringan ke Terminal Baranangsiang.

“Kami akan memutuskan secepatnya,” kata Bima. Menurut dia, perlu perubahan banyak dalam hal desain untuk mendukung masuknya kereta ringan tersebut. “Sore ini pemkot akan bertemu dengan pengembang dan akan menyelesaikan desainnya,” katanya.

Ia menilai jika optimalisasi terminal harus dilakukan untuk menunjang transportasi perkotaan yang terintegrasi dan tidak selalu mengandalkan angkot dan bus. Tentunya, tambah Bima, harus menimbang dampak sosial yang ditimbulkan dari pembangunan nantinya. (Deni/raditya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

TIngkatkan Efisiensi dan Efektivitas, Kendaraan Operasional Disperumkim Dipasangi GPS dan Fuel Sensor

22 July 2026 - 10:20 WIB

Pemkot Bogor Gencarkan Razia Angkot Tua

21 July 2026 - 22:12 WIB

Dedie-Jenal Perkuat Pelestarian Sejarah, Seni, dan Budaya melalui Berbagai Terobosan

20 July 2026 - 22:08 WIB

Trending on Kabar Bogor