Menu

Dark Mode
572 Atlet Kota Bogor Siap Raih 100 Emas Porprov Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas Tirta Pakuan Fokus Ajak Warga dan Sektor Usaha Gunakan Air PDAM Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS HKB 2026, BPBD Kota Bogor Gerakkan 27 Keltana dalam Aksi Mitigasi Serentak Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Pembina, Pramuka Kota Bogor Gelar Karang Pamitran

Kabar Lifestyle

Krisis Helium Mengintai, Produksi Chip Korea Terancam

badge-check


					Krisis Helium Mengintai, Produksi Chip Korea Terancam (Foto: via Live Science) Perbesar

Krisis Helium Mengintai, Produksi Chip Korea Terancam (Foto: via Live Science)

Pasokan helium dunia kini tengah berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Gas ini punya peran yang sangat krusial dalam industri pembuatan chip, mulai dari tahap pendinginan, deteksi kebocoran, hingga proses manufaktur presisi.

Sayangnya, mengikuti jejak harga minyak dan komoditas lainnya, harga helium terus merangkak naik dan bahkan sudah melonjak hampir dua kali lipat sejak akhir Februari lalu, demikian dikutip dari Detik dari Phone Arena, Jumat (3/4/2026).

Penyebab utamanya adalah gangguan pada jalur distribusi global. Sebagian besar pasokan helium dunia harus melewati Selat Hormuz yang saat ini tidak beroperasi dalam kapasitas penuh akibat ketegangan di Timur Tengah.

Kondisi ini diperparah setelah Qatar, pemasok helium terbesar kedua di dunia, terpaksa menyatakan status force majeure yang membuat industri kehilangan hampir sepertiga dari total pasokan global.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa cadangan helium di Korea Selatan kemungkinan hanya akan bertahan sampai Juni tahun ini. Situasi ini menjadi alarm bahaya bagi dua raksasa semikonduktor dunia, Samsung Electronics dan SK Hynix. Kedua perusahaan tersebut kini sedang berupaya keras mengamankan stok dengan mengalihkan pesanan impor dari Amerika Serikat.

Meskipun Pemerintah Korea Selatan melalui Menteri Perindustrian Kim Jung-kwan menyatakan optimisme untuk paruh pertama tahun ini, kondisi di lapangan terasa jauh lebih tegang.

Bagi perusahaan sekelas Samsung dan SK Hynix, mengamankan stok saat ini menjadi prioritas paling utama di atas urusan harga. Mereka saat ini mengandalkan cadangan yang hanya cukup untuk beberapa bulan saja, dan terus menipis.

Dampak dari krisis ini sudah mulai merambat ke seluruh rantai pasok teknologi global. Pakar rantai pasok di Semicon China memperingatkan bahwa kelangkaan helium adalah ancaman nyata yang bisa memicu penundaan produksi. Beberapa perusahaan seperti VAT dan Mycronic bahkan sudah melaporkan adanya perpanjangan waktu tunggu pengiriman produk mereka.

Jika ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut, industri chip dihadapkan pada pilihan sulit: memperlambat laju produksi atau menutup lini produksi sepenuhnya. Jika hal ini terjadi, dampaknya akan meluas ke berbagai sektor, mulai dari ketersediaan smartphone, perangkat elektronik, hingga industri otomotif yang sangat bergantung pada pasokan chip.

Di sisi lain, Rusia sebenarnya memiliki cadangan helium yang melimpah. Namun, sanksi Barat membuat helium Rusia sulit masuk ke pasar Eropa dan Amerika Serikat. Celah ini justru dimanfaatkan oleh China yang terus meningkatkan impor helium dari Moskow hingga melonjak 60 persen pada tahun 2025.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Pelihara Puluhan Ribu Ular Mematikan, Gadis Ini Dapat Rp 2,5 Miliar

21 April 2026 - 11:17 WIB

Jakarta Dorong UMKM Go Digital, Perputaran Ekonomi Capai Rp67,5 Triliun

19 April 2026 - 13:41 WIB

Total Football VNG Rilis Jelang Piala Dunia 2026, Gandeng Rizky Ridho

19 April 2026 - 13:38 WIB

Trending on Kabar Lifestyle