Kontraktor Segera Diperiksa, TKP Longsor Jembatan Muara Sari Dipolice Line

Paska longsornya galian tiang pancang di proyek jembatan muara sari Jalan Raya Tjur kecamatan Bogor Selatan, Senin (7/9/2015) kemarin, lokasi tempat kejadian perkara (TKP) terlihat dipasang garis polisi (police line). Tak satupun terlihat pekerja di lokasi yang telah menewaskan Sadi salahsatu pekerja.

Sementara itu menurut Kanit Reskrim Polsek Bogor Selatan AKP Puji Astono, pihaknya akan segera memanggil pihak kontraktor yakni CV Fadila untuk dimintai keterangan.

“Kami akan segera memanggil pihak CV Fadila,” katanya singkat.

Proyek jembatan yang menghabiskan anggaran Pemkot Bogor sebesar Rp688.239.000 tersebut dikerjakan CV Fadila, Sampai berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak kontraktor.

Seperti diberitakan SADI (30) buruh bangunan asal Kota Brebes, Jawa Timur tewas setelah tertimbun tanah dan reruntuhan puing proyek pembangunan jembatan Muara Sari yang tengah digalinya Senin (7/9/2015) sekitar pukul 10.00 wib.

Menurut saksi mata yang juga rekan korban, Sumarna (34), kejadian bermula saat korban (Sadi) tengah menggali tanah untuk dijadikan tiang coran jembatan sedalam 8 meter. Awalnya korban yang berada di dalam lubang menggali seperti biasa, dan Marna bagian mengambil tanah di bagian atas.

Tiba-tiba saja lubang jembatan Muara Sari yang berada di RT 1/3 Kelurahan Muara Sari Kecamatan Bogor Selatan, runtuh dan langsung menimbun korban.

“Semuanya ada 3 lubang, satu lubang masih digali. Tiba-tiba saja tanahnya longsor dan mengubur Sadi,” kata Sumarna kepada kabaronline.co.id

Hal senada dituturkan Iwan Samsudin, rekan korban. “Kejadianya cepat, kami langsung menolong korban. Namun alat seadanya tak mampu menolong korban,” kata Iwan.

Sumarna, Iwan dan  rekan-rekan seprofesinya langsung berusaha menolong korban dengan alat seadanya, bahkan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi ikut membantu menggali tanah.

“Korban sempat meminta tolong, namun lama-lama tak terdengar karena timbunan tanah cukup tebal. Kami berusaha menolong korban, namun tebalnya tanah dan puing yang menimbun korban. Kami kesulitan,” katanya.

| yudha |

print

You may also like...