Kontraktor Jembatan Muara Sari Segera Dipanggil

Proyek pembangunan Jembatan Muara Sari, Bogor selatan kota Bogor yang menelan korban bernama sadi (30) asal Brebes Jawa Timur, tadi siang Senin (7/9/2015) mendapat perhatian dari Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman yang langsung datang ke tempat kejadian sekitar Pukul 17:00 WIB.

Menurut Usmar,  pekerja proyek jembatan ini tidak dilengkapi dengan peralatan yang semestinya dipergunakan seperti Safety helmet, sabuk keselamatan, sepatu keselamatan, sepatu pelindung, sarung tangan, tali pengaman, kacamata, masker pelindung wajah, dan jas hujan.

Lanjut Usmar, sudah jelas kewajiban itu sudah disepakati oleh pemerintah melalui Departement Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia.

“Hal ini tertulis di Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.08/Men/VII/2010 tentang pelindung diri, bagi si pekerja,” kata Usmar.

Masih kata Usmar, pihaknya  akan segera meminta kejelasan dari pihak-pihak yang masuk dalam proyek pembangunan jembatan jalan di muara sari Bogor selatan kota Bogor ini.

“Kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengurus permasalahan ini, dan apabila terbukti salah kami dari pihak pemerintahan kota Bogor akan memutus kontrak dengan pihak yang bersangkutan,” pungkas Usmar.

Seperti diberitakan, satu orang tukang tewas setelah tertimbun tanah dan puing galian yang tengah dibuatnya untuk memasang coran tiang jembatan Muara Sari sekitar pukul 10.00 wib. Korban sempat minta tolong, namun reruntuhan telah menimpanya hingga tewas di tempat.

Menurut saksi mata yang juga rekan korban, Sumarna (34), kejadian bermula saat korban (Sadi) tengah menggali tanah untuk dijadikan tiang coran jembatan sedalam 8 meter. Awalnya korban yang berada di dalam lubang menggali seperti biasa, dan Marna bagian mengambil tanah di bagian atas.

Tiba-tiba saja lubang jembatan Muara Sari yang berada di RT 1/3 Kelurahan Muara Sari Kecamatan Bogor Selatan, runtuh dan langsung menimbun korban.

|yuda|

print

You may also like...