Menu

Dark Mode
Optimalkan Aliran Air 24 Jam, Tirta Pakuan Lakukan Komisioning PKK Kelurahan Cipete Utara Dukung Gerakan RT/RW Sadar BPJS Ketenagakerjaan REKA Bogor Gelar Rekaloka 2026, Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Naik Kelas Sinergi Tanpa Batas: BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, dan Polri Perkuat Kolaborasi Demi Layanan Prima Korban Kecelakaan Kerja Gunung Slamet Dibuka Lagi Hari Ini, Kuota Pendakian Dibatasi Blueberry untuk Kesehatan Tulang, Benarkah Bisa Cegah Osteoporosis?

Kabar Lifestyle

Konsumsi Telur Menurunkan Risiko Alzheimer, Harus Makan Berapa Butir?

badge-check


					Ilustrasi. Sebuah studi menemukan konsumsi telur menurunkan Alzheimer. 
(Foto: iStockphoto/antares71)
Perbesar

Ilustrasi. Sebuah studi menemukan konsumsi telur menurunkan Alzheimer. (Foto: iStockphoto/antares71)

Rupanya konsumsi telur menurunkan Alzheimer. Hal ini diungkap tim peneliti di Loma Linda University Health. Berapa butir telur yang musti dikonsumsi?

Telur selama ini dipandang sebagai sumber protein murah dan mudah didapat. Ternyata lauk sebagian besar masyarakat ini dapat membantu menurunkan risiko Alzheimer.

Peneliti menemukan konsumsi satu telur per hari selama setidaknya lima hari seminggu dapat mengurangi risiko Alzheimer hingga 27 persen.

“Dibandingkan dengan tidak pernah makan telur, mengonsumsi setidaknya lima telur per minggu dapat menurunkan risiko Alzheimer,” kata Joan Sabaté, peneliti utama studi sekaligus profesor di Loma Linda University School of Public Health seperti dikutip dari laman resmi Loma Linda University Health.

Konsumsi telur menurunkan Alzheimer
Studi yang diterbitkan di Journal of Nutrition ini mengikuti 40 ribu peserta dalam kohort Adventist Health Study 2. Kasus Alzheimer diidentifikasi lewat diagnosis dokter yang tercatat di data Medicare.

Kelayakan ditentukan menggunakan Medicare Master Beneficiary Summary Files.

Peneliti menemukan konsumsi telur 1-3 kali per bulan bisa menurunkan risiko Alzheimer sebesar 17 persen. Kemudian mengonsumsi telur 2-4 kali per minggu menurunkan risiko 20 persen.

Dari studi ini, peneliti menyarankan untuk memasukkan telur sebagai salah satu menu harian.

Studi bertajuk “Asupan Telur dan Kejadian Penyakit Alzheimer pada Kohort Adventist Health Study-2 yang Dikaitkan dengan Data Medicare” ini diinisiasi karena kesenjangan pengetahuan dalam hubungan faktor diet yang dimodifikasi dan risiko penyakit Alzheimer.

Sabaté berkata telur dikenal sebagai makanan pendukung kesehatan otak. Telur mengandung kolin lalu prekursor asetilkolin dan fosfatidilkolin. Keduanya penting untuk memori dan fungsi sinaptik.

Selain itu juga terdapat lutein dan zeaxanthin yang berkaitan dengan kinerja kognitif dan pengurangan stres oksidatif.

Lemak pada telur bukan sesuatu yang menakutkan. Terdapat asam lemak omega 3 lalu fosfolipid pada kuning telur yang penting untuk fungi reseptor neurotransmiter.

Tak heran konsumsi telur menurunkan Alzheimer yang memang menyerang otak. Telur, kata peneliti, dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk seperti, orak-arik, telur goreng, telur rebus, atau campuran masakan.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

REKA Bogor Gelar Rekaloka 2026, Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Naik Kelas

11 June 2026 - 08:57 WIB

Gunung Slamet Dibuka Lagi Hari Ini, Kuota Pendakian Dibatasi

10 June 2026 - 13:03 WIB

Blueberry untuk Kesehatan Tulang, Benarkah Bisa Cegah Osteoporosis?

10 June 2026 - 12:58 WIB

Mengapa Ada Orang yang Tak Suka Mengikuti Berita? Ini Alasannya

10 June 2026 - 12:35 WIB

Nah Loh! Selingkuhan Bill Gates Ternyata yang Kenalkan ke Epstein

10 June 2026 - 12:31 WIB

Trending on Kabar Lifestyle