Menu ✖

Dark Mode
Pakar UGM Minta RI Contoh Trik Singapura Sulap Sungai Kering Jadi Wisata Cuan Dilantik Jadi Kapolda DIY, Ini yang Akan Dilakukan Langgeng Soal Karhutla DIY Dilanda Kemarau Panjang, ini Pesan Pakar UGM Bukan Cuma GPS, Teknologi Ini Cegah Kecelakaan hingga Pangkas Biaya Red Fitness Ajak Anggota PWI Kota Bogor Jaga Kebugaran Evaluasi HUT Ke-270 Kota Jogja, DPRD DIY Minta Anggaran 2027 Harus Berpihak Rakyat

Kabar Lifestyle

Komisi Eropa Pilih Netral dalam Perdebatan Sengit Soal AC

badge-check


					Komisi Eropa Pilih Netral dalam Perdebatan Sengit Soal AC
(Foto: Getty Images/salihkilic)
Perbesar

Komisi Eropa Pilih Netral dalam Perdebatan Sengit Soal AC (Foto: Getty Images/salihkilic)

Seiring AC menjadi subjek perdebatan politik di beberapa negara Eropa, Komisi Eropa mengambil langkah hati-hati untuk mempertahankan sikap netralnya. Mereka menyatakan bukan wewenang eksekutif Uni Eropa untuk mendikte pilihan konsumen.

Hanya ekitar 20% rumah tangga di Eropa memiliki unit AC, dibandingkan dengan 90% atau lebih di Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Kurangnya sistem pendingin ini telah menjadi isu politik yang memicu kontroversi, setelah gelombang panas brutal menewaskan sedikitnya 1.300 orang Eropa.

“Kami tahu sebagian besar bangunan tempat tinggal dan apartemen di Uni Eropa tidak memiliki pendingin ruangan. AC bukanlah sesuatu yang secara tradisional sudah terpasang bawaan, terutama mengingat sebagian besar bangunan kita sebenarnya cukup tua,” ujar Anna Kaisa Itkonen, juru bicara Komisi Eropa untuk urusan iklim.

“Apakah kami punya posisi pro atau kontra terkait AC? Sebenarnya tidak ada. Namun kami menangani isu ini sebagai salah satu area kebijakan terkait dengan renovasi dan efisiensi energi bangunan serta apartemen tempat tinggal dan juga sebagai bagian dari strategi perumahan kami,” cetusnya, dikutip dari detikINET.

“Ini adalah sesuatu yang juga perlu kami lihat sesuai dengan batas kewenangan, sejauh mana Komisi akan mendikte warga tentang apa yang harus atau tidak boleh mereka lakukan?. Namun pada akhirnya, mengenai unit AC di rumah tangga pribadi, ini adalah masalah di mana Komisi takkan mengatur secara mikro bagaimana masyarakat harus menyikapinya,” imbuhnya.

Sistem AC secara historis memang selalu kontroversial bagi warga Eropa. Kritikus mengatakan AC membebani listrik, melepas panas ke atmosfer, dan gagal mengatasi akar krisis iklim. Sebaliknya,pendukung mengatakan AC adalah instrumen tepat untuk memastikan kondisi hidup layak dan menjaga produktivitas kerja di tengah suhu membara.

Di Prancis, partai National Rally (NR) sayap kanan, yang memimpin jajak pendapat menjelang pemilihan presiden tahun depan, mengusulkan peluncuran subsidi massal untuk sistem AC. Bahkan pemimpin Partai Hijau, Marine Tondelier, mengakui bahwa AC mulai menjadi suatu kebutuhan di negaranya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bukan Cuma GPS, Teknologi Ini Cegah Kecelakaan hingga Pangkas Biaya

9 October 2026 - 19:14 WIB

Menampakkan Diri Setelah 150 Tahun, Ular Langka Kejutkan Petugas Hutan

8 October 2026 - 19:46 WIB

Ramai Tren Mukbang Mentega di TikTok, Ini Kata Pakar

8 October 2026 - 19:44 WIB

Viral Celana Dalam Merah Putih, Netizen RI Murka ke Warga Malaysia

8 October 2026 - 19:41 WIB

Tak Setuju AI Direm, Komdigi Dorong Safety by Design

8 October 2026 - 19:36 WIB

Trending on Kabar Lifestyle