Menu

Dark Mode
Pabrik Terafab Milik Elon Musk Akan Jadi Gedung Terbesar Dunia Rayakan HUT RI ke-81, Mahasiswa Binus Gelar Upacara Bendera Virtual di Roblox Gempa Dahsyat NTT Bikin 794 BTS Terganggu, Menkomdigi Ungkap Kondisi Terbaru Taiwan Diserang Hacker Pakai AI, Puluhan Akun Pemerintah Dibobol Elon Musk: Era AI SpaceX Bisa Hasilkan Rp8.911 Triliun Tahun 2028 200 BTS Alami Gangguan Akibat Gempa NTT, Pemulihan Dikebut

Kabar Lifestyle

Komisi Eropa Pilih Netral dalam Perdebatan Sengit Soal AC

badge-check


					Komisi Eropa Pilih Netral dalam Perdebatan Sengit Soal AC
(Foto: Getty Images/salihkilic)
Perbesar

Komisi Eropa Pilih Netral dalam Perdebatan Sengit Soal AC (Foto: Getty Images/salihkilic)

Seiring AC menjadi subjek perdebatan politik di beberapa negara Eropa, Komisi Eropa mengambil langkah hati-hati untuk mempertahankan sikap netralnya. Mereka menyatakan bukan wewenang eksekutif Uni Eropa untuk mendikte pilihan konsumen.

Hanya ekitar 20% rumah tangga di Eropa memiliki unit AC, dibandingkan dengan 90% atau lebih di Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Kurangnya sistem pendingin ini telah menjadi isu politik yang memicu kontroversi, setelah gelombang panas brutal menewaskan sedikitnya 1.300 orang Eropa.

“Kami tahu sebagian besar bangunan tempat tinggal dan apartemen di Uni Eropa tidak memiliki pendingin ruangan. AC bukanlah sesuatu yang secara tradisional sudah terpasang bawaan, terutama mengingat sebagian besar bangunan kita sebenarnya cukup tua,” ujar Anna Kaisa Itkonen, juru bicara Komisi Eropa untuk urusan iklim.

“Apakah kami punya posisi pro atau kontra terkait AC? Sebenarnya tidak ada. Namun kami menangani isu ini sebagai salah satu area kebijakan terkait dengan renovasi dan efisiensi energi bangunan serta apartemen tempat tinggal dan juga sebagai bagian dari strategi perumahan kami,” cetusnya, dikutip dari detikINET.

“Ini adalah sesuatu yang juga perlu kami lihat sesuai dengan batas kewenangan, sejauh mana Komisi akan mendikte warga tentang apa yang harus atau tidak boleh mereka lakukan?. Namun pada akhirnya, mengenai unit AC di rumah tangga pribadi, ini adalah masalah di mana Komisi takkan mengatur secara mikro bagaimana masyarakat harus menyikapinya,” imbuhnya.

Sistem AC secara historis memang selalu kontroversial bagi warga Eropa. Kritikus mengatakan AC membebani listrik, melepas panas ke atmosfer, dan gagal mengatasi akar krisis iklim. Sebaliknya,pendukung mengatakan AC adalah instrumen tepat untuk memastikan kondisi hidup layak dan menjaga produktivitas kerja di tengah suhu membara.

Di Prancis, partai National Rally (NR) sayap kanan, yang memimpin jajak pendapat menjelang pemilihan presiden tahun depan, mengusulkan peluncuran subsidi massal untuk sistem AC. Bahkan pemimpin Partai Hijau, Marine Tondelier, mengakui bahwa AC mulai menjadi suatu kebutuhan di negaranya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pabrik Terafab Milik Elon Musk Akan Jadi Gedung Terbesar Dunia

17 August 2026 - 22:05 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, Mahasiswa Binus Gelar Upacara Bendera Virtual di Roblox

17 August 2026 - 22:03 WIB

Gempa Dahsyat NTT Bikin 794 BTS Terganggu, Menkomdigi Ungkap Kondisi Terbaru

17 August 2026 - 21:59 WIB

Taiwan Diserang Hacker Pakai AI, Puluhan Akun Pemerintah Dibobol

17 August 2026 - 21:55 WIB

Elon Musk: Era AI SpaceX Bisa Hasilkan Rp8.911 Triliun Tahun 2028

15 August 2026 - 17:10 WIB

Trending on Kabar Lifestyle