Menu ✖

Dark Mode
Sumpah Pemuda, Polresta Bogor Kota dan Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Gelar Apel Solidaritas Kemanusian Pemkot Datangi Pedagang Es Jeruk Malioboro yang Nuthuk, Sekda DIY : Yang Wajar – Wajar Aja! Ini Pesan Sri Sultan Hamengkubuwono X Saat Bertemu Pangdam XXVI Mataram Prof Uceng Ikut Aksi Sumpah Pemuda Titik Nol Yogyakarta Cerita Keluarga Wisatawan Asal Tulungagung Terjebak di Tengah Kericuhan di Malioboro  Demo Peringati Sumpah Pemuda di Jogja Pecah, Warga dan Aparat Terluka

Kabar Bogor

Komisi C: Rigid Jalan Empang- Pancasan Mengecewakan

badge-check


					Komisi C: Rigid Jalan Empang- Pancasan Mengecewakan Perbesar

Proyek rigid (pengecoran) beton di sepanjang jalan Empang- Pancasan-Pasir Kuda mendapat sorotan tajam Komisi C DPRD Kota Bogor. Hal tersebut terungkap saat inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek, Selasa (14/11/2017).

Menurut Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor Lania Sari, proyek rigid beton di sepanjang jalan Empang-Pancasan-Pasirkuda yang menelan biaya miliaran tersebut, hasilnya tak sesuai dengan harapan. Di beberapa titik terdapat coran beton yang rusak (retak) bahkan ada yang mengalami penurunan ketinggian.

“Kami mengecek langsung ke lokasi pekerjaan, di sana kami menemukan rigid beton yang rusak bahkan coran turun sehingga tingginya berbeda. Padahal sejak awal kami sudah mengingatkan agar pekerjaan rigid beton ini dikerjakan dengan kualitas yang baik sehingga hasilnya sesuai. Kalau melihat hasil seperti ini, jelas mengecewakan. Kami kecewa,” kata Lania, diamini anggota Komisi C lainnya, Yus Ruswandi, Mahfudi Ismail.

Lania menambahkan, pihaknya akan segera memanggil kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut dan Dinas PUPR sebagai pengawas. “Kami butuh penjelasan dari kontraktor dan PUPR terkait kondisi hasil pengerjaan rigid beton yang mengecewakan ini.Dana yang mereka gunakan itu dana alokasi khusus (DAK) dari pusat, kontraktor harus bertanggungjawab dengan hasil pekerjaannya. Padatnya arus kendaraan jangan dijadikan alasan, di daerah lain lebih padat tapi hasilnya bagus. Contohnya di Jalan Pamoyanan” katanya.

Sepanjang jalan tersebut, lanjutnya sengaja dirigid beton agar hasilnya lebih kuat dari aspal hingga bertahun-tahun. Tapi melihat kondisi ini diprediksi kekuatan rigid beton tak kan lama.

“Jika hasilnya seperti ini, kami yakin sama seperti aspal. Beberapa bulan diguyur hujan akan cepat rusak, kalau sudah begitu buat apa dicor beton. Kami juga mempertanyakan pengawasan PUPR dan kontraktor pengawas, kenapa bisa terjadi,” jelasnya geram.

Menurut Lania, komisi C akan memonitoring juga hasil pekerjaan rigid beton di wilayah lain. Hal tersebut untuk mengantisipasi hasil rigid beton yang tak sesuai kualitas. Seperti di jalan Empang-Pancasan-Pasirkuda.

“Kami akan memantau pekerjaan rigid beton di gedong sawah, jalan Roda dan jalan yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sumpah Pemuda, Polresta Bogor Kota dan Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Gelar Apel Solidaritas Kemanusian

29 October 2026 - 07:38 WIB

Ini Pesan Sri Sultan Hamengkubuwono X Saat Bertemu Pangdam XXVI Mataram

28 October 2026 - 23:27 WIB

Jadi Venue Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Berbenah

28 October 2026 - 16:55 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda

28 October 2026 - 13:15 WIB

Bocah Ajaib Kuliah Umur 9 Tahun, Calon Doktor Fisika di Usia 18 Tahun

28 October 2026 - 12:35 WIB

Trending on Kabar Bogor