Klarifikasi, Media Malah Diintimidasi

image


Syarif.doc

Perbuatan tak menyenangkan kembali terjadi kepada pekerja media / wartawan. Kali ini menimpa sejumlah  wartawan yang hendak mewawancara peserta lelang proyek  di Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bogor.

Kejadian bermula saat sejumlah wartawan hendak meminta keterangan kepada salah seorang peserta lelang yakni monica dari pt.intan karya bersama   terkait klarifikasi pelaksanaan proses verifikasi lelang di Kantor ULP Kota Bogor.

Tiba-tiba saja pengusaha tersebut   dengan arogan malah menuding tanpa dasar bahwa media mewawancara atas perintah
Peserta lelang lainnya.

Monica datang ke Kantor ULP Kota Bogor untuk memberikan klarifikasi, dikarenakan melihat adanya tender diwebsite LPSE Kota Bogor.

“Saya kesini mengikuti undangan tender Cikapancilan. Saya tau kalian itu suruhan siapa, pasti Ben kan,” hardiknya kepada para awak media.

Menanggapi hal tersebut
Ketua Tim Jurnalist (TT7), Kota Bogor, Syarif Hidayatullah menyesalkannya.

Menurut syarif,  intimidasi dengan cara menuding atau menuduh para  Jurnalist tanpa dasar apapun, bisa dikenakan sanksi pidana sesuai undang undang Pers nomor 40 tahun 1999.

“Media bekerja dilindungi undang-undang. Untuk itu saya sangat menyesalkan apabila ada pengusaha yang melakukan tindakan intimidasi dengan dalih apapun, apalagi memfitnah maupun menuduh tanpa dasar apa apa,”jelasnya kepada kabaronline, kamis (27/8/15).
| Yuda |

print

You may also like...