Kisah 30 Detik Kapal Nahas di China

Beijing – Insiden kapal pesiar yang tenggelam di Sungai Yangtze terjadi begitu cepat. Hal itu dituturkan oleh salah satu korban selamat, Zhang Hui.

“Hujan deras mengguyur hingga masuk ke jendela kabin, banyak penumpang masuk ke ruang kapal untuk menjaga pakaian mereka tetap kering,” kata pemandu wisata itu  seperti dikutip dari BBC, Rabu (3/6/2015).

“Kapal lalu mulai miring drastis, hingga membentuk sudut 45 derajat,” tambah dia.

Zhang mengaku bersyukur sempat memakai rompi penyelamat. “Hanya 30 detik untuk mengambil life jacket dan mencoba berpegang pada apa yang bisa saya temukan untuk menjaga agar kepala tetap di atas air ketika kapal terbalik.”

Lelaki itu pun memanjat keluar dari jendela kapal di tengah guyuran hujan deras. “Gelombang demi gelombang menggulungku, aku menelan banyak air,” katanya.

Kala itu, Zhang mendengar suara tangisan dari dalam air. Tapi, sekitar 30 menit kemudian hening. Entah bagaimana, tubuhnya terangkat ke permukaan.  “Air hujan yang menerpa wajah saya terasa seperti guyuran es,” tutur Zhang kepada Xinhua seperti dilansir CNN.

Zhang yang tak bisa berenang terus terapung, berkat rompi oranye yang dipakainya “Ayo, bertahan lebih lama,” kata dia untuk menyemangati dirinya sendiri saat itu.

Setelah berjam-jam terombang-ambing, saat subuh Zhang berhasil mencapai bibir pantai. Di sana keberadaannya diketahui warga, yang lalu membawa tubuh tak berdaya itu ke rumah sakit.

“Aku masih hidup,” kata Zhang ketika menghubungi istri dan anaknya — yang sontak kaget, tapi juga bersyukur.

Televisi China mengatakan curah hujan 150 mm mengguyur di lokasi saat kapal pesiar Eastern Star atau  Dongfangzhixing melintas. Dengan kecepatan angin dilaporkan hingga 80 mph (130 km/jam). Kapal sepanjang 76 meter dan berbobot 2.200 ton tak sanggup melawan kekuatan alam. Ia pun karam.

Bahtera yang dimiliki oleh Chongqing East Shipping Corporation sedang melakukan perjalanan dari Nanjing ke Chongqing.

Dari 405 awak dan penumpang, 15 orang dilaporkan selamat, demikian dikabarkan CCTV. Sejauh ini baru 18 jasad ditemukan mengapung.

Kapten kapal dan kepala bagian mesin termasuk yang selamat, namun mereka dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan terkait penyebab kapal tenggelam.

Menurut laporan awal, kapal dihantam puting beliung. Lalu, menurut sang kapten, kapal tenggelam dalam waktu beberapa menit.

Menteri Transportasi China, Yang Chuantang mengatakan lebih dari 4.000 orang dan 110 kapal ikut serta dalam pencarian dan penyelamatan tersebut. “Penyelam telah dipanggil dari seluruh negeri,” tambah dia.

Musibah kapal tenggelam di Sungai Yangtze wilayah Jianli, Provinsi Hubei, China itu terjadi pada Senin 1 Juni 2015, malam sekitar pukul 21.28 waktu setempat. Sejauh ini dilaporkan tak ada WNI di dalamnya, pihak berwenang pun tengah menyelidiki penyebab terbaliknya armada laut tersebut. (Tnt/Ein)

Sumber: Liputan6.com

print

You may also like...