Menu ✖

Dark Mode
Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat Trump Ketemu Bos-Bos Teknologi Bahas Krisis Dunia, Begini Hasilnya

Headline

Kerabat Presiden Tewas Dipukul Pakai Linggis di Kandang Ayam

badge-check


					Kerabat Presiden Tewas Dipukul Pakai Linggis di Kandang Ayam Perbesar

Polisi berhasil mengungkap modus dan menangkap pembunuh YL (42) yang merupakan masih kerabat Presiden Jokowi. Jasadnya dibakar dalam mobil korban.
Dilansir dari Tribunnews.com, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng Kombes Wihastono mengungkapkan, ada dua pelaku pembunuhan yang ditangkap.
Satu di antaranya hanya membantu pelaku utama. “Pelaku berinisial E atau Eko,” kata dia saat dihubungi Kamis (22/10/2020).
Menurut Kombes Wihastono bahwa antara pelaku dan korban merupakan rekan bisnis.
Pelaku membunuh korban karena tidak mau membayar.
“Korban dibunuh di kandang ayam. Dipukul pakai linggis lalu dibakar,” ujarnya.
Kombes Wihastono mengatakan, pelaku sengaja membakar mobil diduga karena ingin menghilangkan jejak namun warga setempat langsung mematikan api .
“Belum sempat menghilangkan jejak, api sudah dipadamkan warga,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan, pelaku ditangkap sekitar pukul 03.00 dini hari. Kini pelaku berada di Polres Sukoharjo.
Hingga saat tim inafis serta Lab Forensik (Labfor) berada di tempat kejadian perkara (TKP).
“TIM Labfor dan inafis masih ada di TKP,” tukasnya.
Sementara itu jenazah perempuan berinisial YL (42) telah sampai di Taman Memorial Delingan, Kabupaten Karanganyar sekira pukul 09.56 WIB.
Jenazah perempuan yang ditemukan hangus terbakar di kawasan Bendosari itu diantar menggunakan ambulans milik Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS).

Pengantaran dari Rumah duka Thiong Ting.

Suara sengau dan isak tangis beberapa anggota kelurga tak terbendung ketika jenazah dikeluarkan.
Terlihat Anak mendiang tampak terus memegang erat foto korban semasa hidup, dan tak bisa membendung tangisnya.
“Mamah, mamah, mamah,” ucapnya saat prosesi pemakaman itu.
Ia pun beberapa kali harus ditenangkan.
Peti jenazah diletakkan di kayu-kayu yang disusun diatas liang.
Foto yang sedari tadi dibawa anaknya diletakkan di sebuah meja kecil, diapit dua lilin menyala dan rangkaian bunga.
Anggota keluarga dan para pelayat silih berganti memanjatkan doa.
Sang anak tampak berdiri di samping peti dan sesekali berdiri di tengah, dengan raut sedih tetap tak bisa disembunyikannya.
Ia tampak sesekali memeluk saudara kandungnya, dan saling menguatkan.
Jenazah kemudian diturunkan ke liang sekira pukul 10.19 sebelum akhirnya disalatkan dan tabur bunga.
Prosesi lempar tanah sebanyak tiga kali oleh kedua anak dan suami mendiang dilakukan.
Sebelum peti jenazah ditutup dengan tanah untuk selama-lamanya.
Suasana berkabung begitu kentara. Para pelayat begitu hening dan khusyuk mengikuti setiap ritus.
Liang peristirahatan terakhir mendiang telah tertutup penuh dengan tanah.
Nisan kayu dan payung ditancapkan.
Tabur bunga dilakukan lagi sebelum semuanya kembali meninggalkan kompleks Taman Memorial Delingan.

Korban Diikat dan Terbakar

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Muhammad Alfan membenarkan kejadian kebakaran tersebut pertama kali diketahui dari warga yang melintas di lokasi kejadian.
“Pada pukul 22.00 WIB ada warga yang melintasi lokasi lalu menemukan kepulan asap di dalam mobil, pengendara itu lalu mengetuk rumah dekat TKP,” katanya.
Pemilik rumah dan pengendara tersebut, sambung Alfan, berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
“Lalu petugas pemadam kebakaran Sukoharjo mendatangi dan memadamkan dengan apar,” ujarnya.
“Setelah padam baru dilihat ada seseorang yang tergeletak di bagian belakang mobil,” imbuhnya.
Setelah itu langsung dilaporkan ke Polres Sukoharjo,” tandasnya.
Pihak kepolisian masih belum dapat menyimpulkan, apakah jasad tersebut diakibatkan pembunuhan atau sebab lain.
Sampai saat ini, kepolisian masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
Dia menjelaskan, hasil penyelidikan sementara ditemukan bekas luka di bagian tubuh korban.
“Terdapat luka di dahi kiri korban,” kata Alfan.
Selain itu, ia menyampaikan bekas selotip yang diduga untuk mengikat tangannya masih ditemukan di lokasi kejadian.

“Bekas selotip yang terbakar masih ada,” aku dia.

Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal

1 October 2026 - 19:10 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

Trending on Headline