Kab.Bogor Waspadai Antraks

image

Wilayah Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian lebih dari tim pemeriksa hewan kurban. Pasalnya, Kabupaten Bogor sempat dilaporkan sebagai daerah endemis penyakit antraks. Meski dalam dua tahun terakhir tidak ditemukan laporan mengenai kasus antraks, dinas terkait masih mewaspadai hewan kurban di wilayah Kabupaten Bogor, terutama Babakan Madang.

Dokter hewan Rumah Sakit Hewan Pendidikan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Huda K. Darusman mengatakan tim yang diterjunkan ke Kabupaten Bogor merupakan tim elit atau mahasiswa koas. Secara total, tahun ini IPB menerjunkan 565 orang pemeriksa hewan kurban yang disebar di 6 wilayah DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

Menurut Huda, mahasiswa koas dinilai lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk pencegahan dan jika ada temuan antraks. Selain itu, berdasarkan kajian tempat penampungan hewan kurban masih belum layak. Begitu juga dengan tempat penyembelihan serta proses setelah penyembelihan.

Beberapa hal yang menjadi perhatian, lanjut Huda misalnya kurangnya menjaga higienitas dan sanitasi tempat pemotongan dan penanganan daging kurban. “Tempat penampungan hewan kurban juga harus diperhatikan. Itu jadi tugas dinas terkait. Semakin banyak limbah dan kotor penampungan, risiko hewan kurban terkena penyakit semakin besar,” ucap Huda.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bogor Azrin Syamsudin mengatakan pemeriksaan akan dilakukan beberapa hari sebelum perayaan Idul Adha. Meski demikian, hewan kurban yang beredar dipastikan telah memiliki sertifikat sehat dari instansi terkait. |Deni|

print

You may also like...