Jokowi: Waspadai Potensi Penambahan Kasus Covid Paska Mudik

Hari pertama kerja paska libur lebaran, Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi pimpinan unsur Forkopimda Kota Bogor mengikuti rakor secara virtual bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Senin (17/5/2021).

Dalam rakor tersebut sejumlah arahan disampaikan Presiden Joko Widodo kepada pemerintah daerah dan unsur forkopimda seluruh Indonesia, terkait mewaspadai potensi penambahan jumlah baru kasus Covid-19 meskipun pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan larangan mudik.

Berdasarkan data, terdapat 1,5 juta orang  tetap mudik dalam rentang 6 hingga 17 Mei 2021. Penambahan kasus aktif, diharapkan Jokowi tidak sebesar seperti tahun-tahun lalu. Konsistensi dan ketahanan harus dimiliki semua pihak mengingat pandemi Covid-19 tidak mungkin selesai dalam waktu satu atau dua bulan.

“Hati-hati gelombang kedua, ketiga. Di negara tetangga kita sudah mulai melonjak drastis. Malaysia sudah lockdown sampai Juni, Singapura lockdown sejak Mei dan semakin ketat. Kita harus melihat tetangga-tetangga kita,” tegas Jokowi.

Presiden juga meminta kepala daerah hafal dengan kondisi, angka dan data di daerahnya masing-masing, agar tahu langkah apa yang harus dilakukan. Berdasarkan grafis dan curve, mobilitas masyarakat di tempat-tempat wisata pasca lebaran mengalami peningkatan yang tinggi, 38 hingga 100,8 persen.

Untuk tempat wisata yang berada di wilayah zona merah dan orange, harus tutup dulu, sementara wilayah zona kuning dan hijau boleh buka, namun harus ada petugas dan satgas yang standby sehingga penerapan protokol kesehatan tetap diawasi.

Jokowi menambahkan, varian terbaru Covid-19 dan ekonomi menjadi hal terakhir yang diingatkan dan perlu mendapat perhatian dan penanganan secepatnya jika ditemukan.

“Saya titip betul dan hati-hati mengenai ini,” kata Jokowi.

Wali Kota Bogor Bima Arya berbincang dengan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo usai rapat virtual dengan Presiden Jokowi.

Sebelum mengikuti rapat arahan Presiden Joko Widodo, Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Kepala Bappeda Rudy Mashudi, Kadinkes Sri Nowo Retno dan Kepala Pelaksana BPBD Theofilius mengikuti Rapat Komite Kebijakan Penangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah yang dipimpin Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil secara daring di Ruang Kerja Wali Kota Bogor.

Menanggapi arahan Gubernur Jawa Barat, Kadinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, untuk mewaspadai peningkatan arus pasca mudik sampai dengan 29 Mei 2021, khususnya bagi para pendatang dan pemudik yang kembali lagi RT/RW dan PPKM skala mikro harus diperketat lagi.

“Warga yang ‘hilang atau tidak ada’ dipastikan akan langsung melakukan tes Swab. Koordinasi sudah kita lakukan dengan RT RW Siaga, puskesmas standby. Kemudian sebanyak 30 ribu alat tes rapid antigen sudah disebar ke semua wilayah,” katanya.

sementara itu di beberapa wilayah di Kota Bogor, sejulmah warga memasang spanduk menolak pemudik jika tidak membawa hasil swab. Hal tersebut sebagai upaya menekan penularan covid 19 yang dibawa oleh pemudik dari kampungnya.

Penulis Pratama

Editor Herman

print

You may also like...