Menu ✖

Dark Mode
Meta Diminta Buka-bukaan Soal Dugaan Penghapusan Konten Karhutla Kenapa Memilah Sampah Penting untuk Lingkungan? Trump Disebut Telepon Elon Musk, Minta Starlink Ukraina Dipulihkan Bulan Menciut dan Rentan Gempa, Pangkalan Manusia Terancam NASA Ungkap Kebakaran Papua, Asap Tebal Terlihat dari Satelit Meta Dihajar Denda Rp 450 Triliun Terkait Skandal Cambridge Analytica

Kabar Bogor

Jhon: BPJS Sudah Baik, Hanya Implementasi Belum Sempurna

badge-check


					Jhon: BPJS Sudah Baik,  Hanya Implementasi Belum Sempurna Perbesar

image

Aturan mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bisa dikatakan sudah baik, hanya saja disayangkan implementasinya di lapangan amburadul dan tidak sesuai yang diharapkan masyarakat.

Praktisi hukum dan pengacara senior Jhon P. Simanjuntak mengungkapkan hal itu usai diskusi publik kupas tuntas hak dan kewajiban peserta BPJS Kesehatan yang berlangsung di Lebak Kantin, Kelurahan Sempur, Bogor Tengah, Sabtu (20/02/16), yang digagas Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B).

“Persoalan klasik yang selalu mencuat ke permukaan terhadap pelayanan rumah sakit ini, yaitu tidak adanya tempat tidur dan ruangan bagi pasien peserta BPJS terutama mereka yang Penerima Bantuan Iuran (PBI),” ungkap Jhon.

Kesiapan yang dilakukan BPJS Kesehatan ini, katanya, baru sebatas di level atas saja dan tidak sampai hingga ke tingkat bawah.

“Semestinya, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS ini harus tersosialisasikan dengan baik. Namun sayang, di UU itu sendiri masih terdaat kekurangan seperti kontoling yang belum sampai ke dalam,” papar Jhon.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti soal masih adanya pasien peserta BPJS Kesehatan yang masih harus membayar atas pelayanan medis yang diterima pasien seperti melakukan scan. “Ini kan tidak benar, seharusnya peserta ini tidak mengeluarkan uang sedikit pun,” tegasnya.

Soal tidak berlakunya BPJS Kesehatan secara nasional pun turut dikritisinya. Idealnya BPJS ini berlaku di seluruh Indonesia, bukan seperti sekarang ini yang hanya sesuai dengan domisili si peserta.

“Kota Bogor contohnya. Di sini kan banyak mahasiswa dari luar daerah yang kuliah di sini, lantas kalau mereka sakit masa harus pulang dulu untuk berobat di sana. Bisa keburu meninggal orang itu,” tandasnya. #D. Raditya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Peringati Hari Santri 2026, Pemkot Bogor Apresiasi Santri dan Pelajar Berprestasi

22 October 2026 - 14:29 WIB

Jalin Kolaborasi dan Sinergitas, Kapolresta Bogor Kota Kunjungi PWI

22 October 2026 - 14:20 WIB

JPO MA Salmun Segera Dibangun, Pemkot Bogor Pastikan Sosialisasi Menyeluruh

22 October 2026 - 14:20 WIB

HKG PKK ke-54, Dedie Rachim Apresiasi Kontribusi Kader PKK

21 October 2026 - 19:19 WIB

Seleksi Ketua FKDM Kota Bogor Tekankan Kompetensi, Integritas, dan Netralitas

21 October 2026 - 12:47 WIB

Trending on Kabar Bogor