Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Bogor

Jhon: BPJS Sudah Baik, Hanya Implementasi Belum Sempurna

badge-check


					Jhon: BPJS Sudah Baik,  Hanya Implementasi Belum Sempurna Perbesar

image

Aturan mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bisa dikatakan sudah baik, hanya saja disayangkan implementasinya di lapangan amburadul dan tidak sesuai yang diharapkan masyarakat.

Praktisi hukum dan pengacara senior Jhon P. Simanjuntak mengungkapkan hal itu usai diskusi publik kupas tuntas hak dan kewajiban peserta BPJS Kesehatan yang berlangsung di Lebak Kantin, Kelurahan Sempur, Bogor Tengah, Sabtu (20/02/16), yang digagas Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B).

“Persoalan klasik yang selalu mencuat ke permukaan terhadap pelayanan rumah sakit ini, yaitu tidak adanya tempat tidur dan ruangan bagi pasien peserta BPJS terutama mereka yang Penerima Bantuan Iuran (PBI),” ungkap Jhon.

Kesiapan yang dilakukan BPJS Kesehatan ini, katanya, baru sebatas di level atas saja dan tidak sampai hingga ke tingkat bawah.

“Semestinya, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS ini harus tersosialisasikan dengan baik. Namun sayang, di UU itu sendiri masih terdaat kekurangan seperti kontoling yang belum sampai ke dalam,” papar Jhon.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti soal masih adanya pasien peserta BPJS Kesehatan yang masih harus membayar atas pelayanan medis yang diterima pasien seperti melakukan scan. “Ini kan tidak benar, seharusnya peserta ini tidak mengeluarkan uang sedikit pun,” tegasnya.

Soal tidak berlakunya BPJS Kesehatan secara nasional pun turut dikritisinya. Idealnya BPJS ini berlaku di seluruh Indonesia, bukan seperti sekarang ini yang hanya sesuai dengan domisili si peserta.

“Kota Bogor contohnya. Di sini kan banyak mahasiswa dari luar daerah yang kuliah di sini, lantas kalau mereka sakit masa harus pulang dulu untuk berobat di sana. Bisa keburu meninggal orang itu,” tandasnya. #D. Raditya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

TIngkatkan Efisiensi dan Efektivitas, Kendaraan Operasional Disperumkim Dipasangi GPS dan Fuel Sensor

22 July 2026 - 10:20 WIB

Pemkot Bogor Gencarkan Razia Angkot Tua

21 July 2026 - 22:12 WIB

Dedie-Jenal Perkuat Pelestarian Sejarah, Seni, dan Budaya melalui Berbagai Terobosan

20 July 2026 - 22:08 WIB

Trending on Kabar Bogor