Menu

Dark Mode
Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android Bos Raksasa AI Malah Peringatkan Teknologinya Berbahaya Dollar Tembus Rp 18 Ribu, Masyarakat Bersuara: Udah 18K!

Kabar Lifestyle

Jangan Tunggu Keriput, Ini Tanda Kolagen Kamu Mulai Amblas

badge-check


					Ilustrasi. Kolagen penting untuk kesehatan kulit agar tidak kendur dan tetap 
kencang. (Foto: iStockphoto) Perbesar

Ilustrasi. Kolagen penting untuk kesehatan kulit agar tidak kendur dan tetap kencang. (Foto: iStockphoto)

Banyak orang baru panik dan menyadari kulitnya menua ketika garis senyum makin dalam, pipi mulai turun, atau garis rahang tak lagi tegas. Padahal, penurunan kolagen tidak terjadi dalam semalam, proses ini berlangsung perlahan dan sebenarnya bisa dikenali lebih awal lewat perubahan sederhana pada kulit.

Dokter estetika dari dr. Belle Aesthetic Clinic, Catherine Soebroto menjelaskan bahwa berkurangnya kolagen adalah biang kerok utama kulit kehilangan kemampuan menopang struktur wajah.

“Ini karena kulit mulai kehilangan kolagen dan elastin, yang merupakan penopang struktur kulit. Dengan berkurangnya kolagen, kulit menjadi tipis sehingga kendur dan tampak turun,” kata Catherine dalam keterangannya saat konferensi pers yang diselenggarakan dr. BELLE Aesthetic Clinic dan Galderma di Jakarta.

Dia menyebut, secara teori, jumlah kolagen akan terus merosot seiring bertambahnya usia. Setiap genap 10 tahun, jumlah kolagen di tubuh diprediksi berkurang sekitar 10 persen.

Lantas, bagaimana cara mendeteksi penurunan kolagen sebelum terlambat?

Iseng-iseng berhadiah lewat ‘tes cubit’
Salah satu cara rumahan yang paling mudah untuk mengintip kondisi kulit adalah dengan melakukan tes cubit pipi. Meski bukan diagnosis medis, metode ini bisa memberikan gambaran awal mengenai ketebalan dan elastisitas kulit Anda.

“Kalau kulit bisa ditarik sampai panjang, tandanya kulit sudah sangat tipis,” terang Catherine.

Kulit yang sehat dan masih kaya kolagen biasanya akan terasa padat, kenyal, dan langsung membal kembali ke posisi semula setelah dilepaskan. Sebaliknya, kulit yang mulai kehilangan fondasi penopangnya cenderung terasa tipis dan lemas saat dicubit.

Menariknya, tanda penuaan tidak serta-merta sama pada setiap orang. Pada orang Asia, berkurangnya kolagen jarang ditandai dengan kemunculan kerutan-kerutan halus yang masif.\

Karakteristik kulit Asia yang relatif lebih tebal membuat tanda penuaan justru lebih sering memengaruhi kontur wajah.

“Jadi tidak terlalu keriput, tapi lebih ke arah kendur sehingga tampak heavy jaw (rahang menggelambir) saat terjadi penuaan. Berbeda dengan orang Kaukasian yang cenderung berkerut dan keriput karena kulitnya lebih tipis,” jelas Catherine.

Oleh karena itu, waspadai lima perubahan wajah berikut yang menandakan kolagen Anda mulai menipis:

• Pipi tampak turun atau kempis.

• Garis senyum (nasolabial fold) terlihat semakin dalam.

• Area rahang terlihat lebih berat atau turun (heavy jaw).

• Kulit di sekitar mata tampak sayu dan kurang terangkat.

• Wajah kehilangan bentuk tegas atau tampak ‘merosot’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

5 June 2026 - 14:10 WIB

Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya

5 June 2026 - 14:06 WIB

SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak

5 June 2026 - 14:02 WIB

Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android

5 June 2026 - 13:58 WIB

Bos Raksasa AI Malah Peringatkan Teknologinya Berbahaya

5 June 2026 - 13:53 WIB

Trending on Kabar Lifestyle