Menu

Dark Mode
Gua Tersegel 40 Ribu Tahun Dibuka, Ungkap Neanderthal Sudah Canggih TikTok Bantah Rumor Terkait Tokopedia, Tegaskan Komitmen Operasional Apple Uji Coba Layar Lipat Tangguh untuk iPhone Fold Nonton di IndoXXI dan LK21 Bisa Kuras Rekening, Ini Link Aman Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor Pengurus Gudep SDN Papandayan Dilantik, Ini Pesan Ka Kwarcab Kota Bogor

Kabar Politik

Jadi Khotib Solat Idul Adha, Ketua DPRD Sampaikan 5 Keteladanan Nabi Ibrahim A.S

badge-check


					Jadi Khotib Solat Idul Adha, Ketua DPRD Sampaikan 5 Keteladanan Nabi Ibrahim A.S Perbesar

Gema takbir berkumandang di Taman Heulang, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Ruang publik yang telah ditutup selama lebih dari dua tahun akibat pandemi Covid-19, akhirnya kembali penuh sesak oleh warga yang mengikuti rangkaian ibadah sholat Idul Adha 1443 Hijriah, Minggu (10/7).

Sholat Idul Adha ini diimami oleh Abdul Qodir Kalsaba Al-Hafidz yang merupakan Mudir Pesantren Huffaz Gemma. Sedangkan untuk khotbah Idul Adha disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto.

“Idul Adha merupakan hari raya yang istimewa. Karena dua ibadah agung, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban dilaksanakan pada hari raya ini. Dan keduanya dijalankan oleh Nabi Ibrahim A.S. Sedikitnya, ada 5 (lima) keteladanan yang bisa diambil sebagai pelajaran bagi kita semua, untuk dijalankan dalam kehidupan sekarang”, jelas Atang.

Kang Atang selanjutnya menyebutkan bahwa inspirasi keteladanan tersebut diperkuat dalam Al Qur’an Surat Al-Mumtahanan ayat 4 yang berbunyi : “Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya”.

Ibadah haji dan ibadah qurban adalah ibadah yang berat dan tentunya hanya mampu dilaksanakan dengan baik oleh mereka yang memiliki kedekatan dengan Allah, sesuai makna “Qurban” yang berasal dari kata “qaruba – qaribun” yang berarti dekat.

“Meskipun seseorang telah mampu secara materi, belum tentu sanggup menjalankan kedua ibadah tersebut karena belum dekatnya sama Sang Maha Kuasa. Untuk itu, marilah kita berdoa agar Allah SWT menguatkan kita untuk senantiasa dekat denganNya, sehingga kita merasa ringan untuk menjalankan ibadah apapun, khususnya hari raya idul adha”, ungkap Atang.

5 Keteladanan Nabi Ibrahim A.S

Selanjutnya, Kang Atang menjelaskan sedikitnya 5 (lima) keteladanan yang bisa diambil sebagai pelajaran dari Nabi Ibrahim A.S. Pertama, berbaik sangka kepada Allah SWT. Sikap berbaik sangka kepada Allah membuat Nabi Ibrahim As. dan Siti Hajar yakin bahwa tidak mungkin Allah SWT punya maksud buruk dalam memerintahkan sesuatu.

“Manakala seseorang sudah berbaik sangka kepada Allah SWT, maka ia akan selalu optimis akan kehidupannya. Kita yakin bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik dari Allah SWT. Sikap ini sangatlah penting, karena dari sikap inilah kita akan menjalani kehidupan sebagaimana yang ditentukan Allah SWT”, jelasnya.

Kedua, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ibadah haji mendidik ummat Islam untuk disiplin dalam syari’at. Ibadah ini dimulai dengan ihram yang berarti pengharaman dan diakhiri dengan tahallul yang berarti penghalalan. Dari sini, seorang muslim akan selalu siap meninggalkan sesuatu yang memang diharamkan Allah SWT dan hanya mau melaksanakan sesuatu bila memang dihalalkan oleh Allah SWT.

“Pelajaran ketiga, terus bergerak dalam kebaikan. Ibadah haji adalah ibadah bergerak. Bermalam di Mina diteruskan dengan wukuf di Arofah. Lanjut perjalanan dan bermalam di Muzdalifah. Setelah itu menuju Jamarat. Thawaf dan Sa’i juga bergerak sambil terus berdzikir. Maka, hidup kita harus diupayakn untuk terus bergerak dalam kebaikan”, urai Kang Atang.

Keempat, jiwa pengorbanan yang besar. Dalam ibadah qurban, Nabi Ibrahim mendapat ujian pengorbanan terbesar dari Allah SWT. Andaikan Ibrahim manusia yang lemah, tentu akan sulit untuk menentukan pilihan, Allah atau Isma’il. Namun, ia tidak ingin cintanya kepada Allah memudar karena lebih mencintai putranya. Akhirnya ia memilih Allah dan mengorbankan Isma’il yang akhirnya menjadi syariat ibadah qurban bagi umat nabi Muhammad SAW.

“Terakhir adalah pendidikan keluarga. Betapa Nabi Ibrahim A.S memperhatikan pendidikan keluarganya. Dari mulai berdoa agar diberikan keturunan yang sholih hingga mendidik keluarganya menjadi pribadi beriman yang begitu tinggi akhlaknya. Ini perlu dicontoh oleh kita semua sebagai orang tua dari generasi masa depan Indonesia”, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

27 January 2026 - 22:54 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolresta Temui Pimpinan DPRD Kota Bogor

27 January 2026 - 20:08 WIB

Ulang Tahun, Redpem dan PDI-P Gelar Baksos di Pandeglang

18 January 2026 - 22:02 WIB

 Komisi IV DPRD Kota Bogor Bahas Sinergi dan Pembentukan Panja

13 January 2026 - 22:14 WIB

Terima Kunjungan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kota Bogor, Ini Kata Ketua DPRD

8 January 2026 - 22:15 WIB

Trending on Kabar Politik