Menu

Dark Mode
Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN Pemkot Ajak Konsistensi Jaga Kebersihan Kota Bogor April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras? Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar Satelit NASA Ungkap Tembok Hijau China Menjinakkan Gurun

Headline

Jabar Siaga 1, Kota Bogor Perketat Prokes dan Pengawasan

badge-check


					Jabar Siaga 1, Kota Bogor Perketat Prokes dan Pengawasan Perbesar

Meningkatnya kasus covid di Jawa Barat membuat seluruh Satgas Penanganan Covid-19 di tiap kota dan kabupaten di Jawa barat siaga. Di Kota Bogor, satgas Covid akan kembali melakukan pengetatan di sejumlah sektor untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif virus corona.

“Hasil rapat Satgas termasuk arahan dari Gubernur menunjukan data Covid-19 grafiknya naik. Ini harus kita waspadai. Gubernur menyampaikan bahwa situasi Siaga-1 di Jawa Barat, kemungkinan karena arus mudik dan bisa saja varian baru, tapi perlu diteliti lebih lanjut,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya di Balaikota Bogor usai menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda Kota Bogor dan Gubernur Jawa Barat secara virtual, Selasa (15/6/2021).

Bima menambahkan, Kota Bogor kondisinya siaga semua. Tingkat keterisian di rumah sakit (BOR) di angka 49 persen, setelah kemarin selalu di bawah 20 persen, sedikit lagi lewati ambang batas WHO (60 persen).

“Meski masih direndah dibanding kota-kota lain di Jawa Barat, namun tetap waspada,” tegasnya.

Bima juga memerintahkan Dinas Kesehatan  berkoordinasi dengan rumah sakit untuk kembali menambah tempat tidur isolasi, termasuk gedung-gedung milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan sebagai pusat isolasi.

“RSUD Kota Bogor sudah ditambah kapasitasnya jadi 100 untuk mengantisipasi lonjakan ke depan. Kita menjajaki juga tempat isolasi tambahan selain di BPKP Ciawi. Jadi, ada satu lokasi yang sedang kita siapkan juga sehingga kalau terjadi lonjakan, pasien bisa dialokasikan ke tempat itu,” jelasnya.

Selain itu, Bima  juga meminta masyarakat  menahan mobilitas dengan melakukan pengetatan pengawasan wilayah. “Satgas dan Forkopimda akan melakukan tindakan yang lebih tegas untuk setiap pelanggaran protokol kesehatan. Kita lihat warga sudah mulai merasa kondisi sudah biasa,  sehingga banyak yang melanggar di atas jam operasional. Sejauh ini operasional retail dan rumah makan dari pemerintah pusat masih sampai jam 9 malam,” kata Bima.

Penulis pratama

Editor Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN

7 April 2026 - 21:39 WIB

PDIP Kota Bogor Terima SK Pengurus

7 April 2026 - 08:58 WIB

Komdigi: Rating Gim IGRS di Steam Bukan Klasifikasi Resmi

6 April 2026 - 14:39 WIB

Gelar Diskusi Lintas Agama, PIKI Perkuat Sinergi Wujudkan Depok Kota Toleran

4 April 2026 - 22:07 WIB

Drone 360 Antigravity A1 Tawarkan Sensasi Terbang Tanpa Tuas

4 April 2026 - 19:27 WIB

Trending on Kabar Bogor