Menu

Dark Mode
Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar Samsung Perkenalkan Flex Titanium, Teknologi Layar Foldable Terbaru Temuan 32 Simbol Gua Purba Diduga Bahasa Tertua Manusia Sah! Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Menkomdigi Ungkap Bank-Dompet Digital untuk Transaksi Judol Rusia Ubah Malam Jadi Terang dengan Cermin Raksasa Antariksa

Headline

Isu Beras Plastik Kini Guncang Malaysia

badge-check

Kuala Lumpur – Isu beredarnya beras plastik asal Cina kini mengguncang Malaysia. Kabar tentang telah masuknya beras palsu ini beredar melalui aplikasi layanan pesan WhatsApp dan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Para ahli kesehatan dan ahli diet di negara itu juga telah memperingatkan bahwa mengkonsumsi biji-bijian palsu tersebut, yang dicampur dengan zat beracun, bisa merusak sistem pencernaan secara serius. Beras palsu ini umum dijual di pasar Cina, terutama di Taiyuan di Provinsi Shaanxi.

Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi, dan Konsumerisme Malaysia Hasan Malek mengatakan ia sudah menerima laporan terkait dengan peredaran beras palsu dan menyatakan akan serius menanganinya. “Berita itu bisa benar atau salah; kami tidak tahu. Tapi kita tak bisa menganggap remeh dan akan melakukan penyelidikan secara nasional,” katanya seperti dikutip The Star.

Beras plastik, kabarnya terbuat dari kentang dan ubi jalar, dengan resin sintetis untuk membuatnya menjadi bentuk layaknya beras biasa. Beras ini dikabarkan dikirim ke India, Indonesia, Vietnam, dan akhir-akhir ini, Singapura.

Hasan mengatakan, tim investigasi akan fokus ke toko-toko kelontong kecil untuk memeriksa apakah mereka menjual beras palsu tersebut, terutama di pinggiran kota dan pedesaan. “Kami akan melakukan investigasi dan mendorong konsumen untuk melaporkan kepada kementerian jika mereka menemukan beras tersebut,” katanya.

Sumber dari industri beras mengatakan jika beras palsu tersebut telah memasuki negara mereka, maka tidak akan dijual secara terbuka di supermarket dan hypermarket. Satu-satunya cara agar bisa terjual, adalah dengan mencampurnya dengan beras biasa. “Hanya dengan begini maka beras palsu itu menjad sulit dideteksi,” kata sumber itu.

Sumber: Tempo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Program PEKA, Bekali Ahli Waris Berwirausaha

14 July 2026 - 16:09 WIB

Pertamina Pastikan Penyaluran BBM di Seluruh SPBU Jabodetabek Tetap Berjalan Optimal

12 July 2026 - 20:49 WIB

Ekspedisi Cicatih Elpala Sukses Digelar

12 July 2026 - 18:45 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dengan PT Valdo Sumber Daya Mandiri

6 July 2026 - 16:38 WIB

Trending on Headline