Menu

Dark Mode
Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako TP PKK dan Perumda Tirta Pakuan Sinergi Dukung Pendataan Pelanggan yang Akurat

Headline

Isu Beras Plastik Kini Guncang Malaysia

badge-check

Kuala Lumpur – Isu beredarnya beras plastik asal Cina kini mengguncang Malaysia. Kabar tentang telah masuknya beras palsu ini beredar melalui aplikasi layanan pesan WhatsApp dan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Para ahli kesehatan dan ahli diet di negara itu juga telah memperingatkan bahwa mengkonsumsi biji-bijian palsu tersebut, yang dicampur dengan zat beracun, bisa merusak sistem pencernaan secara serius. Beras palsu ini umum dijual di pasar Cina, terutama di Taiyuan di Provinsi Shaanxi.

Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi, dan Konsumerisme Malaysia Hasan Malek mengatakan ia sudah menerima laporan terkait dengan peredaran beras palsu dan menyatakan akan serius menanganinya. “Berita itu bisa benar atau salah; kami tidak tahu. Tapi kita tak bisa menganggap remeh dan akan melakukan penyelidikan secara nasional,” katanya seperti dikutip The Star.

Beras plastik, kabarnya terbuat dari kentang dan ubi jalar, dengan resin sintetis untuk membuatnya menjadi bentuk layaknya beras biasa. Beras ini dikabarkan dikirim ke India, Indonesia, Vietnam, dan akhir-akhir ini, Singapura.

Hasan mengatakan, tim investigasi akan fokus ke toko-toko kelontong kecil untuk memeriksa apakah mereka menjual beras palsu tersebut, terutama di pinggiran kota dan pedesaan. “Kami akan melakukan investigasi dan mendorong konsumen untuk melaporkan kepada kementerian jika mereka menemukan beras tersebut,” katanya.

Sumber dari industri beras mengatakan jika beras palsu tersebut telah memasuki negara mereka, maka tidak akan dijual secara terbuka di supermarket dan hypermarket. Satu-satunya cara agar bisa terjual, adalah dengan mencampurnya dengan beras biasa. “Hanya dengan begini maka beras palsu itu menjad sulit dideteksi,” kata sumber itu.

Sumber: Tempo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako

1 May 2026 - 11:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah

25 April 2026 - 10:01 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi dengan DMI Jakarta Selatan dalam Musda VIII Tahun 2026

21 April 2026 - 20:13 WIB

Penembakan di Papua: Dua Insiden Berbeda, Tidak Saling Berkaitan

19 April 2026 - 20:17 WIB

Deklarasi Gerakan 100 Persen Pilah Sampah, Jakarta Utara Diapresiasi Wamen LH

18 April 2026 - 21:40 WIB

Trending on Headline