Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Kabar Lifestyle

Iran Kerahkan Drone Murah Serang Pangkalan AS Usai Kematian Khamenei

badge-check


					Iran Kerahkan Drone Murah Serang Pangkalan AS Usai Kematian Khamenei. (Foto: Wikipedia) Perbesar

Iran Kerahkan Drone Murah Serang Pangkalan AS Usai Kematian Khamenei. (Foto: Wikipedia)

Ketegangan di Timur Tengah semakin memuncak setelah Iran bersumpah beri balasan keras usai Khamenei tewas. Sebagai bagian dari balas dendam atas kematian pemimpin tertingginya, Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan ke sejumlah basis militer AS dan sekutu di kawasan Teluk.
Serangan ini menargetkan fasilitas militer di Bahrain, Qatar, Kuwait, hingga Uni Emirat Arab. Salah satu lokasi yang terdampak adalah markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. Washington mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam operasi militer yang terjadi di tengah eskalasi cepat tersebut.

Namun yang menjadi sorotan bukan hanya serangan balasannya, melainkan jenis senjata yang digunakan Iran: drone murah dalam jumlah besar.

Dilansir dari Bloomberg, Iran mengandalkan Shahed-136, yang sering dijuluki sebagai kamikaze drone atau rudal jelajah sekali pakai berbiaya rendah. Drone ini relatif sederhana secara teknologi, namun efektif dalam strategi perang asimetris.

Shahed-136 diproduksi massal, berukuran kecil, dan dapat diluncurkan dari truk bergerak sehingga sulit dideteksi sebelum mendekati target. Biaya produksinya jauh lebih murah dibandingkan rudal balistik atau sistem pertahanan udara canggih seperti MIM-104 Patriot dan THAAD yang digunakan untuk mencegatnya.

Dengan meluncurkan ratusan unit secara bergelombang, Iran berupaya membanjiri sistem pertahanan musuh. Bahkan jika sebagian besar drone berhasil ditembak jatuh, satu atau dua unit yang lolos sudah cukup menimbulkan kerusakan signifikan.

Pola serangan Iran tidak dilakukan secara kontinu, melainkan dalam gelombang kecil drone yang diselingi rudal balistik skala terbatas. Strategi ini memicu perdebatan di kalangan analis militer.

Sid Kaushal dari Royal United Services Institute menilai taktik tersebut bisa jadi disengaja. Menurutnya, “menyerap interceptor bisa menjadi tujuan utama,” terutama jika stok rudal balistik Iran telah berkurang akibat serangan awal AS-Israel. Dengan kata lain, Iran memaksa lawan menghabiskan rudal pencegat mahal untuk menjatuhkan drone murah.

Pandangan serupa disampaikan William Alberque dari Pacific Forum. Ia menyebut Iran kemungkinan telah lama mendesentralisasi struktur militernya untuk mengantisipasi skenario decapitation strike-pembunuhan pimpinan tertinggi. Setelah kematian Khamenei dan sejumlah pejabat senior, komandan lapangan disebut telah memiliki daftar target dan instruksi sebelumnya untuk dijalankan secara mandiri.

Namun, ada pula analis yang melihat penggunaan drone murah sebagai indikasi keterbatasan. Serangan awal AS-Israel dilaporkan menghancurkan fasilitas penyimpanan rudal dan peluncur balistik Iran, sehingga Teheran kini lebih mengandalkan sistem yang lebih sederhana, fleksibel, dan mudah disembunyikan.

Mick Ryan dari Lowy Institute menekankan bahwa tidak ada sistem pertahanan udara yang 100% efektif. Volume serangan tinggi meningkatkan probabilitas keberhasilan, meski sebagian besar unit dicegat.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle