Menu ✖

Dark Mode
Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar

Headline

Innalillahi, Abdul Gafur Meninggal Dunia Karena Covid

badge-check


					Innalillahi, Abdul Gafur Meninggal Dunia Karena Covid Perbesar

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di era Soeharto, Abdul Gafur meninggal dunia, Jumat (4/9/2020). Abdul Gafur meninggal di usia 81 tahun. Dilansir Kompas.com,  ia meninggal di RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 06.20 WIB. Abdul Gafur meninggal karena Covid-19. Dia memiliki penyakit bawaan yakni diabetes tipe-2.

Berikut sepak terjangnya selama ini: Abdul Gafur diketahui lahir di Halmahera, Maluku Utara, 20 Juni 1939. Dilansir Harian Kompas, Kamis (6/10/2016), nama lengkapnya adalah Abdul Gafur Tengku Idris. Pada era kepemimpinan Presiden Soeharto dia menjabat sebagai Menpora, yaitu periode 1983-1987.

Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Menteri Muda Urusan Pemuda pada 1978-1983. Selain itu dia juga sempat menjabat Wakil Ketua MPR RI pada 1997-1999.


Baca juga:Jam Malam di Kota Bogor Dilanggar, Giliran 9 Tempat Usaha Didenda


Menpora Abdul Gafur mencetuskan Haornas (Hari Olahraga Nasional) yang dibentuk melalui Kepres No 67 tahun 1985. Haornas diperingati setiap 9 September. Selain itu dia juga menjadikan bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa saat peringatan Sumpah Pemuda. Namun dia kecewa lantaran Bulan Bahasa tak terdengar lagi gaungnya.

“Nama-nama berbau asing malah bertebaran di klaster-klaster dan menjadi nama kota baru yang dibangun para pengembang. Saya tidak anti bahasa asing, tapi sebaiknya gunakan padanannya dalam bahasa Indonesia,” katanya waktu itu.

Dia bersyukur karena dalam hidupnya bisa ikut serta dalam Tritura 1966. Menurutnya Tritura mendewasakannya dalam belajar menuntut hak. Sejarah mencatat, kejatuhan rezim Orde Lama dimulai dari demonstrasi mahasiswa melalui tuntutan Tritura pada 1966.

Saat berusia 77 tahun, dia bersyukur karena telah diberi umur panjang, telah melewati usia 70 tahun. “Saya menikmati hidup sebagai orang tua yang diberi umur panjang, di atas 70 tahun. Semua aktivitas politik, sosial, kenegaraan sudah saya lalui. Tuhan memberi saya kesehatan lahir dan batin meski tak lagi aktif di dunia politik,” kata Gafur.

sumber kompas.com

editoraldhoherman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Buka OASE 2026 di UIN Jogja, Menag Nasaruddin Sebut Hilirisasi Teknologi Bisa Buat Bangkit Kejayaan Islam

4 November 2026 - 15:46 WIB

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

Trending on Headline