Jakarta – Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, menyatakan akan mendukung regulator Ofcom jika mereka memblokir akses Inggris ke situs media sosial X milik Elon Musk karena gagal mematuhi UU keamanan online. Ini terkait Grok AI di X yang belakangan disalahgunakan untuk membuat gambar mesum.
Ofcom mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan apa yang harus dilakukan terhadap Grok, yang menelanjangi orang secara digital tanpa persetujuan. X kini membatasi penggunaan fungsi ini hanya untuk yang membayar biaya bulanan. Namun, Downing Street (Kantor Perdana Menteri Inggris) menyebut perubahan tersebut “menghina” korban kekerasan seksual.

Melalui X, Musk mengatakan bahwa pemerintah Inggris mencari alasan apa pun untuk melakukan penyensoran saat membalas sebuah unggahan yang mempertanyakan mengapa platform AI lainnya tidak diperiksa seperti Grok.
“Memanipulasi gambar perempuan dan anak-anak secara seksual adalah tindakan yang hina dan menjijikkan. Saya, dan yang lebih penting lagi masyarakat, berharap melihat kabar terbaru dari Ofcom mengenai langkah selanjutnya dalam hitungan hari, bukan minggu,” cetus Kendall yang dikutip detikINET dari BBC.
Pembunuh Prostat Ditemukan! Para Pria Harus Membacanya Sekarang!
PELAJARI LEBIH LANJUT
Ia mengatakan UU Keamanan Online mencakup wewenang memblokir akses layanan di Inggris, jika mereka menolak mematuhi hukum Inggris. “Jika Ofcom memutuskan untuk menggunakan wewenang tersebut, mereka akan mendapatkan dukungan penuh kami,” sebut Kendall.
Penggunaan Grok untuk menghasilkan gambar seksual tanpa konsensual telah dikecam oleh politisi dari semua pihak di Inggris, di mana Perdana Menteri Sir Keir Starmer menyebutnya memalukan dan menjijikkan.
Pemimpin Reform UK, Nigel Farage, mengatakan hal itu mengerikan dalam segala hal dan bahwa X perlu bertindak lebih jauh. Namun menurutnya, gagasan untuk memblokir X di Inggris merupakan serangan terhadap kebebasan berpendapat.
Adapun Partai Demokrat Liberal telah menyerukan agar akses ke X dibatasi sementara di Inggris selama situs media sosial tersebut diselidiki.
Sumber: detik.com














