Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Ilmuwan Temukan Keanehan di Matahari, Pertanda Apa?

badge-check


					Ilmuwan Temukan Keanehan di Matahari, Pertanda Apa? Perbesar

Para ilmuwan menemukan keanehan pada Matahari yang dalam seratus tahun lebih belakangan ini bertingkah tidak seperti biasanya.

Menggunakan data dari Teleskop Luar Angkasa Kepler, para ilmuwan membandingkan kecerahan Matahari dengan bintang serupa lainnya di alam semesta.

Menurut para ilmuwan, bintang Bumi itu tampak kurang aktif dibandingkan dengan ratusan bintang serupa berdasarkan variasi kecerahannya.

Ketika dibandingkan dengan 369 bintang lainnya, fluktuasi aktivitas Matahari lima kali lebih rendah selama 140 tahun terakhir.

“Kami sangat terkejut bahwa sebagian besar bintang ini jauh lebih aktif daripada Matahari,” kata Dr Alexander Shapiro, dari Max Planck Institute for Solar System Research (MPS).

Untuk mendapatkan temuannya, para ilmuwan mempersempit kelompok bintang mirip Matahari dari katalog data pengukuran yang direkam oleh Teleskop Luar Angkasa Kepler NASA.

Tujuannya untuk mendapatkan bintang-bintang dengan data pengukuran yang sama dengan Matahari dari segi suhu permukaan, umur, dan periode rotasi.

Mereka kemudian mengamati bintang-bintang yang berputar sekali di sekitar porosnya sendiri dalam waktu 20 hingga 30 hari.

Sebelumnya, para ilmuwan mengandalkan sejarah terbaru dari Matahari untuk memahami kecerahannya.

Namun, melalui berbagai teknik, sekarang kita dapat memahami lebih banyak tentang sejarah Matahari dalam rentang waktu 9.000 tahun terakhir.

Sayangnya, itu adalah periode yang relatif kecil jika dibandingkan dengan usia Matahari yang diperkirakan hampir 4,6 miliar tahun.

Penelitian baru ini memungkinkan para ilmuwan untuk membandingkan bintang kita dengan yang sejenis, sehingga bisa memberikan gambaran yang lebih baik tentang seberapa normal perilakunya.

Tetapi para ilmuwan masih belum mengerti mengapa Matahari bertingkah sangat tidak biasa.

” Bisa dibayangkan bahwa Matahari mungkin telah melalui fase tenang selama ribuan tahun, dan karena itu kita memiliki gambaran yang keliru tentang bintang kita ini,” kata Dr Timo Reinhold, penulis utama penelitian, yang menerbitkan temuannya dalam jurnal Science.

Para ilmuwan mencatat ada kemungkinan Matahari dapat memiliki variabilitas yang lebih tinggi dalam rentang waktu yang lama, atau berbeda dari bintang serupa dengan cara yang belum dikenali.

Sumber: The Independent

Foto: NASA/GSFC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline