Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Kabar Lifestyle

Harga RAM Meroket, Pasar Ponsel Global Diprediksi Menyusut di 2026

badge-check


					Harga RAM Meroket, Pasar Ponsel Global Diprediksi Menyusut di 2026 (Foto: Getty Images/iStockphoto/ViewApart) Perbesar

Harga RAM Meroket, Pasar Ponsel Global Diprediksi Menyusut di 2026 (Foto: Getty Images/iStockphoto/ViewApart)

Kenaikan harga RAM yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir mulai menunjukkan dampak serius bagi industri smartphone global.
Lembaga riset Counterpoint merevisi proyeksinya untuk 2026, dari yang sebelumnya stabil kini berubah menjadi penurunan. Pasar smartphone global diperkirakan menyusut 2,1% akibat tekanan biaya komponen, terutama memori.

Yang membuat situasi kian mengkhawatirkan, lonjakan harga memori belum akan berhenti dalam waktu dekat. Counterpoint memperingatkan harga RAM masih berpotensi naik hingga 40% lagi sampai kuartal II 2026. Kondisi ini secara langsung mengerek biaya produksi atau bill of materials (BoM) ponsel di semua segmen.

Saat ini, BoM ponsel kelas bawah tercatat sudah 25% lebih mahal dibanding awal tahun. Untuk kelas menengah, kenaikannya mencapai 15%, sementara flagship relatif lebih ringan di kisaran 10%. Jika prediksi kenaikan harga memori hingga Q2 2026 menjadi kenyataan, BoM smartphone bisa kembali naik sekitar 8% hingga 15%.

Dampaknya, hampir semua produsen diprediksi akan mencatat penurunan pengiriman. Oppo dan vivo, yang sebelumnya diperkirakan tumbuh pada 2026, kini justru diproyeksikan mengalami penurunan. Xiaomi dan Honor bahkan disebut akan terdampak lebih besar dari perkiraan awal.

Raksasa industri seperti Apple dan Samsung juga tidak sepenuhnya kebal. Namun, menurut Senior Analyst Counterpoint Yang Wang, keduanya berada pada posisi yang relatif lebih aman. Apple dan Samsung dinilai punya fleksibilitas lebih besar dalam menyeimbangkan pangsa pasar dan margin keuntungan, sesuatu yang sulit dilakukan oleh banyak vendor lain, khususnya merek-merek asal China.

Di lapangan, penyesuaian strategi sudah mulai terlihat. Produsen smartphone disebut melakukan restrukturisasi lini produk dengan memangkas spesifikasi tertentu demi menekan biaya. Beberapa model mengalami penurunan kualitas pada modul kamera, solusi periskop, layar, komponen audio, hingga konfigurasi memori. RAM, yang kini makin mahal, menjadi sasaran utama efisiensi.

Counterpoint juga merevisi prediksi harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) smartphone untuk 2026. Jika sebelumnya diperkirakan naik 3,9%, kini angkanya melonjak menjadi 6,9%. Kenaikan ini mengindikasikan produsen akan lebih agresif mendorong konsumen ke segmen premium, yang relatif lebih tahan terhadap kenaikan harga RAM karena porsi memori terhadap total biaya produksinya lebih kecil.

Dengan tekanan biaya yang belum mereda, 2026 berpotensi menjadi tahun yang menantang bagi industri smartphone, baik bagi produsen maupun konsumen, demikian dikutip dari Detik, Rabu (17/12/2025).

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle