Harga Mobil Baru Bakal Naik

image

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang masih bertengger di kisaran Rp 14 ribu, rupanya mulai dirasakan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) mobil. Sebab, kondisi tersebut berimbas pada naiknya biaya produksi terutama untuk sejumlah komponennya yang masih diimpor.

Akibatnya, mereka pun sudah tidak bisa lagi bertahan dengan kondisi itu. Akhirnya, dengan terpaksa sejumlah ATPM pun bersiap untuk menaikkan harga jual mobil barunya.

Dengan kondisi ini justru terbalik dengan para pelaku bisnis mobil bekas (mobkas), mereka malah tersenyum. Sebab, dengan begitu diyakini bakal banyak masyarakat (calon konsumen) yang akan mengalihkan pilihannya pada mobkas. Terlebih bagi calon pembeli dengan kemampuan keuangan yang pas-pasan.

Seperti diakui salah seorang pedagang mobkas Yusuf di kawasan Tajur, Rabu (23/09/15). Dengan melemahnya nilai tukar rupiah ini menguntungkan pihaknya. Meski belum terlalu signifikan, namun trend positif penjualan sudah mulai terlihat.

“Jadi banyak orang yang mau beli mobil baru pikir-pikir lagi. Apalagi para pembeli yang mengincar mobil-mobil murah (Low Cost Green Car/LCGC) dengan buget Rp 100 jutaan, akhirnya lebih memilih dan beralih ke mobkas,” paparnya.

Para calon pembeli, lebih memilih mobkas tahun-tahun muda dengan kondisi yang masih baik dengan fasilitas kendaraannya yang tidak jauh dengan mobil-mobil baru sekarang ini.

“Kondisi mobilnya masih segar, modelnya nggak ketinggalan jaman, dan fasilitas atau fitur-fiturnya juga sudah lengkap yang jadi pilihan mereka. Malah tidak sedikit yang akhirnya justru membeli dengan tunai,” ungkap Yusuf. |d.raditya |

print

You may also like...