Menu ✖

Dark Mode
Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar

Headline

Harga Bahan Pangan Naik, Pemkot Bakal Gelar Operasi Pasar

badge-check

image

Suasana pasar #ft deny hendrayana

Harga sejumlah bahan pangan di Kota Bogor terus merangkak naik menjelang Natal. Terkait hal itu, Pemerintah Kota Bogor pun bersiap-siap melakukan operasi pasar. Selain itu, tim monitoring dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor juga semakin intensif melakukan pengawasan di pasar.

Berdasarkan pemantauan, kenaikan harga terjadi pada komoditas beras, daging, bawang, cabai, telur dan sejumlah sayuran. Beras misalnya rata-rata masih bertahan di harga Rp 8.500 per kilogram untuk jenis medium. Sementara, daging ayam kembali naik dari semula Rp 32.000 per kilogram menjadi Rp 36.000 hingga Rp 38.000 per kilogram.

Daging sapi juga masih berada di kisaran Rp 110.000 per kilogram. Sayur pun mengalami kenaikan signifikan seperti buncis dan kacang panjang yang menembus harga Rp 20.000 per kilogram. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor Mangahit Sinaga mengatakan operasi pasar akan digelar jika harga kebutuhan pokok naik lebih dari 10 persen.

“Sekarang kenaikan harga masih di bawah 10 persen. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan harga terus naik sampai akhir tahun,” kata Mangahit, Selasa (22/12/2015). Besaran OP akan ditentukan berdasarkan pemantauan terakhir di pekan terakhir bulan Desember.
Menurut Mangahit, yang perlu diwaspadai adalah kenaikan harga sembako yang pelan-pelan tapi cenderung naik terus seperti beras. Dia memantau, sejak beberapa bulan terakhir, harga beras cenderung naik dan belum menunjukkan tren penurunan. “Padahal, stok kita sangat cukup,” lanjut Mangahit.

Selain bahan pangan, pengawasan juga dilakukan pada gas elpiji 3 kilogram bekerja sama dengan Hiswana Migas Bogor. Disperindag dan Hiswana Migas, kata Mangahit belum menentukan tambahan kuota gas 3 kilogram untuk wilayah Bogor.

“Kita ga bisa juga main ngizinin tambahan kuota, tanpa melihat agen mana yang mau tutup menjelang akhir tahun dan mana yang tetap buka. Satu agen saja kan, berpengaruh pada ratusan pangkalan,” kata Mangahit. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Buka OASE 2026 di UIN Jogja, Menag Nasaruddin Sebut Hilirisasi Teknologi Bisa Buat Bangkit Kejayaan Islam

4 November 2026 - 15:46 WIB

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

Trending on Headline