Harga Ayam Turun, Pembeli Tak Tertarik

image

Setelah mogok berjualan selama beberapa hari, pedagang ayam akhirnya mulai beroperasi kembali, Kamis (20/8/2015). Di hari pertama beroperasi setelah mogok, harga daging ayam mengalami penurunan sekitar Rp 4.000 atau menjadi Rp 36.000 per kilogram.

Meski demikian, penjualan daging ayam di sejumlah pasar tradisional masih lesu. Belum banyak pembeli yang melirik daging ayam. Diduga, harga daging ayam yang masih tinggi menjadi penyebabnya. Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Kebon Kembang, Ujang (40) mengatakan pembeli masih cukup sepi.

“Tapi, harga lumayan sudah turun. Kalau tadinya Rp 40.000an per kilogram, sekarang sudah di kisaran Rp 36.000 per kilogram. Harapannya, sih, harganya kembali normal. Paling mahal Rp 30.000 per kilogram. Kita untung, pembeli juga senang,” tutur Ujang.

Pedagang lainnya di Pasar Bogor, Wawan (26) mengatakan pembeli turun hingga 50 persen akibat kenaikan harga daging ayam. Saat ini pun, pembeli daging ayam belum sepenuhnya normal. “Mungkin karena masih terhitung mahal. Apalagi, normalnya kan, di harga Rp 30.000 per kilogram,” kata Wawan.

Kementrian Pertanian sendiri sudah menjanjikan akan melakukan sejumlah langkah dalam sepekan untuk menurunkan harga daging ayam. Sejumlah peternak dan pedagang kecil menilai ada penahanan stok ayam oleh peternak besar. Namun, ada pula spekulasi mahalnya harga daging ayam karena panjangnya rantai distribusi ayam.

Ketua Asosiasi Pedagang Ayam Bogor Raya Sonny Listen mengatakan saat ini harga ayam hidup di peternak berada pada kisaran Rp 23.000 hingga Rp 25.000 per kilogram untuk ukuran ayam besar dan Rp 27.000 sampai Rp 29.000 per kilogram untuk ayam kecil. Padahal, normalnya pada harga Rp 19.000 hingga Rp 21.000 per ayam. (Deni)

print

You may also like...