Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Bogor

Harga Ayam Masih Tinggi

badge-check


					Harga Ayam Masih Tinggi Perbesar

image

Meski harga ayam di tingkat peternak anjlok di angka Rp 13.000 hingga Rp 13.500, setelah sebelumnya berada di  posisi Rp 15.000 hingga Rp 15.500 per kilogram ayam hidup, harga daging ayam di pasaran tidak banyak berubah. Pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor, harga daging ayam masih tinggi yakni di antara Rp 32.000 hingga Rp 34.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Kebon Kembang, Yanto mengatakan harga ayam memang mengalami penurunan Rp 2.000 per kilogram dibandingkan beberapa hari sebelumnya. “Turun, sih. Yang tadinya Rp 36.000 hingga Rp 38.000 per kilogram, sekarang jadi Rp 34.000 per kilogram,” ujar Yanto.

Soal pasokan, Yanto mengatakan masih lancar dan melimpah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor Bambang Budianto menilai rantai distribusi daging ayam masih terlalu panjang sehingga selisih harga daging ayam di pasaran dengan di tingkat peternak sangat jauh. “Rantai distribusinya harus diperbaiki supaya tidak terlalu panjang,” ucap Bambang.

Belum lagi biaya transportasi dan biaya lainnya membuat harga daging ayam yang seharusnya relatif lebih murah menjadi tetap saja mahal. Padahal, di tingkat peternak, harga mahal itu tidak dinikmati oleh mereka. “Hal yang sama juga kadang terjadi pada komoditas beras atau daging sapi. Peternak dan petani biasanya tidak menikmati keuntungan ketika harganya naik,” kata Bambang.

Meski masih terbilang mahal, Bambang menilai ada kecenderungan harga daging ayam dan sapi mengalami penurunan. Tim terus diturunkan ke pasar-pasar agar harga teta terkendali dan menghindari kecurangan. Sebelumnya, para peternak mengeluhkan anjloknya harga ayam setelah sebelumnya sempat melonjak. Anjloknya harga ayam diduga karena stok yang berlebihan di tingkat pembibitan. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD

21 September 2026 - 17:39 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Peran PMI dalam Bidang Kesehatan

20 September 2026 - 11:39 WIB

Petugas Gabungan di Bogor Terus Berjibaku Padamkan 8 Lahan Sampah Terbakar

14 September 2026 - 19:36 WIB

67 Tahun Pelopor, Momentum Evaluasi dan Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

14 September 2026 - 19:32 WIB

Pemkot Bogor dan Danone Indonesia Kolaborasi Kembangkan UMKM agar Naik Kelas

14 September 2026 - 19:28 WIB

Trending on Kabar Bogor