Menu

Dark Mode
Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

Kabar Bogor

Harga Ayam Masih Tinggi

badge-check


					Harga Ayam Masih Tinggi Perbesar

image

Meski harga ayam di tingkat peternak anjlok di angka Rp 13.000 hingga Rp 13.500, setelah sebelumnya berada di  posisi Rp 15.000 hingga Rp 15.500 per kilogram ayam hidup, harga daging ayam di pasaran tidak banyak berubah. Pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor, harga daging ayam masih tinggi yakni di antara Rp 32.000 hingga Rp 34.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Kebon Kembang, Yanto mengatakan harga ayam memang mengalami penurunan Rp 2.000 per kilogram dibandingkan beberapa hari sebelumnya. “Turun, sih. Yang tadinya Rp 36.000 hingga Rp 38.000 per kilogram, sekarang jadi Rp 34.000 per kilogram,” ujar Yanto.

Soal pasokan, Yanto mengatakan masih lancar dan melimpah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor Bambang Budianto menilai rantai distribusi daging ayam masih terlalu panjang sehingga selisih harga daging ayam di pasaran dengan di tingkat peternak sangat jauh. “Rantai distribusinya harus diperbaiki supaya tidak terlalu panjang,” ucap Bambang.

Belum lagi biaya transportasi dan biaya lainnya membuat harga daging ayam yang seharusnya relatif lebih murah menjadi tetap saja mahal. Padahal, di tingkat peternak, harga mahal itu tidak dinikmati oleh mereka. “Hal yang sama juga kadang terjadi pada komoditas beras atau daging sapi. Peternak dan petani biasanya tidak menikmati keuntungan ketika harganya naik,” kata Bambang.

Meski masih terbilang mahal, Bambang menilai ada kecenderungan harga daging ayam dan sapi mengalami penurunan. Tim terus diturunkan ke pasar-pasar agar harga teta terkendali dan menghindari kecurangan. Sebelumnya, para peternak mengeluhkan anjloknya harga ayam setelah sebelumnya sempat melonjak. Anjloknya harga ayam diduga karena stok yang berlebihan di tingkat pembibitan. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Libur Lebaran 1447 H, Ini Layanan Dinkes Kota Bogor

17 March 2026 - 10:24 WIB

Yantie Rachim Serukan Masyarakat Perkuat Semangat Berbagi kepada Anak Yatim

13 March 2026 - 09:55 WIB

Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas

12 March 2026 - 20:55 WIB

Kwarran Bogor Barat Gelar Ramadan Fest 2026

12 March 2026 - 11:27 WIB

Balkot Ramadan Festival 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Layanan Publik Hadir di Balai Kota

12 March 2026 - 10:36 WIB

Trending on Kabar Bogor