Harga Ayam Mahal, Pedagang Mogok Dagang

Ratusan pedagang ayam yang ada di Kota Bogor mogok berjualan sejak Senin (17/8/2015) sampai Rabu (18/8/2015).

Aksi ini dilakukan sebagai protes karena harga ayam yang semakin mahal, menembus angka Rp 42.000 per kilogram.

Ketua Asosiasi Pedagang Ayam Bogor Raya, Sonny Listen mengatakan harga ayam ini merupakan rekor tertinggi karena selama ini harga ayam tidak pernah sampai Rp 40.000 per kilogram.

“Apalagi, sesudah lebaran, harga ayam cenderung stabil. Tapi ini ada anomali, malah jauh lebih mahal dibandingkan harga saat lebaran,” ujar Sonny.

Para pedagang ayam, kata Sonny, meminta agar pemerintah segera turun tangan untuk menormalkan kembali harga daging ayam yakni maksimal Rp 33.000 hingga Rp 35.000 per kilogram.

Menurut Sonny, kenaikan harga ayam ini diduga karena peternak besar (kartel) menahan ayam. Padahal, pasokan ayam di pasaran sekitar 70 persen dikuasai oleh peternak besar yang terintegrasi.

Sementara, peternak ayam mandiri (kecil) tidak memiliki cukup stok ayam untuk dipotong. “Katanya karena pasokan ayam berkurang. Tapi, kalau kami lihat, pasokan ayam itu melimpah, terutama yang dimiliki oleh PT (peternak besar),” kata Sonny.

Untuk itu, dia meminta agar pemerintah ikut memperhatikan proses keseimbangan suplai chain antara peternak rakyat, pemotong ayam, dan pedagang ayam.

Menurut Sonny, aksi ini merupakan aksi keprihatinan sehingga tidak ada aksi penyetopan truk ayam di jalan maupun upaya anarkis lainnya.

“Anggap saja, kami meliburkan diri untuk kumpul dan liburan dengan keluarga,” ujar Sonny.

Setidaknya ada 320 pedagang ayam di Kota Bogor dan 2.000 lebih pedagang ayam yang ada di Kabupaten Bogor yang ikut dalam aksi mogok ini. (Deni)

image

print

You may also like...