Harga Ayam di Peternak Anjlok

image

Setelah sebelumnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan, kali ini harga ayam di tingkat peternak anjlok. Para peternak pun ketar-ketir karena terus merugi. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, Muladno, mengatakan anjloknya harga ayam ini karena stok ayam yang mengalami surplus.

“Setelah lebaran kemarin, harga ayam sempat naik karena hanya 50 persen peternak yang menetaskan bibit ayam. Makanya pasokan sempat tersendat. Tapi, sepekan terakhir pasokan surplus banyak sehingga harga anjlok,” kata Muladno.

Lebih lanjut, Muladno mengatakan produksi ayam kita surplus hingga 18 juta ekor/minggu. Oleh karena itu, kementrian bersama dengan pengusaha bibit ayam sepakat untuk memusnahkan sekitar 6 juta ekor bibit ayam agar harga ayam kembali stabil. “Bagaimana pemusnahannya, baru akan dibahas nanti,” ucap Muladno.

Menurut dia, pemusnahan akan bagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama, rencananya ada 2 juta parent stock (induk ayam betina) yang akan dimusnahkan. Kemudian menyusul bibit ayam lainnya. “Masih terjadi perdebatan umur ayam yang akan dimusnahkan,” lanjut Muladno.

Ketua Asosiasi Pemotong Ayam Kota Bogor Sonny Listen mengakui jika harga ayam saat ini anjlok di angka Rp 13.000 hingga Rp 13.500, setelah sebelumnya berada di posisi Rp 15.000 hingga Rp 15.500 per kilogram ayam hidup. “Ada kekhawatiran di antara peternak ayam, jika harga terus anjlok. Kami dipastikan merugi,” ucap Sonny.

Sonny sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti apakah anjloknya harga ayam di tingkat peternak ini karena stok yang berlebih atau perusahaan pembibitan besar menekan harga ayam. Para peternak berharap pemerintah bisa membantu menstabilkan harga ayam di tingkat peternak. (Deni)

print

You may also like...