Guru Honor Demo di MPR/DPR

image

Ratusan guru honorer di wilayah Bogor ikut berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan aksi besar-besaran para guru honorer di depan Gedung DPR/MPR RI dan Istana Presiden, Selasa (15/9/2015). Keberangkatan sekitar 200 guru honorer wilayah Bogor ini dikawal oleh petugas kepolisian hingga pintu Tol Jagorawi atau wilayah terluar Bogor.

Koordinator Lapangan aksi wilayah Bogor, Rachmi mengatakan aksi ini digelar secara serentak untuk menyuarakan aspirasi mereka. Para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Honorer Kabupaten Bogor ini menuntut upah layak dan menolak uji kompetensi guru. “Aksinya sudah disetujui oleg PGRI dan kami yang berangkat mendapatkan izin dari sekolah. Dengan demikian, tidak ada penelantaran siswa,” kata Rachmi.

Apalagi, yang berangkat dari Bogor hanyalah perwakilan dari PGRI masing-masing kecamatan. Menurut dia, di Kabupaten Bogor ada sekitar 6.000 guru honorer yang belum diangkat menjadi PNS. Masa kerjanya pun bervariasi, paling sedikit 3 tahun. Ironisnya, para guru honorer ini memiliki penghasilan di bawah Rp 1 juta per bulan. “Sementara, harga sembako terus naik. Honor kami tidak cukup untuk hidup layak selama sebulan,” tuturnya.

Dikatakan Rachmi, ada 10 tuntutan para guru honorer. Di antaranya pengapusan uji kompetensi guru, dan meminta upah yang layak bagi guru-guru honorer. Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena mengatakan para guru ini berangkat dari Jalan Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor sejak pukul 8.00 dengan menggunakan bus. Sebanyak 2 anggota Polsek Parung ditempatkan di titik kumpul untuk pengamanan. Aksi para guru honorer sendiri menyebabkan kemacetan parah di sekitar Gedung DPR/MPR. (Deni)

print

You may also like...