Menu

Dark Mode
Hanif Faisol: Stasiun dan Terminal Harus Miliki Dokumen Persetujuan Lingkungan Mudik Tenang! BPJS Kesehatan Siagakan Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2026 Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya Yantie Rachim Serukan Masyarakat Perkuat Semangat Berbagi kepada Anak Yatim Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas

Kabar Lifestyle

Google Rilis SIMA 2, AI Baru yang Bisa Jadi Fondasi Robot Serba Bisa di Masa Depan

badge-check


					Roboot Humanoid bernama atom yang bisa memasak steak dioperasikan dari jarak jauh hingga 1.800 kilometer(Foto: tangkapan layar YouTube (Dobot Robotic)) Perbesar

Roboot Humanoid bernama atom yang bisa memasak steak dioperasikan dari jarak jauh hingga 1.800 kilometer(Foto: tangkapan layar YouTube (Dobot Robotic))

Google DeepMind baru saja memperkenalkan agen AI terbaru bernama SIMA 2 (Scalable Instructable Multiworld Agent 2) yang mampu bermain dan menavigasi berbagai video game 3D, termasuk judul seperti No Man’s Sky, Valheim, dan Goat Simulator 3.

Sistem ini bukan sekadar mengikuti instruksi, tetapi dapat memahami tujuan pengguna, melakukan penalaran kompleks, dan menjalankan tindakan dalam lingkungan virtual yang belum pernah dijumpainya sebelumnya.

Diluncurkan sebagai research preview untuk sejumlah akademisi dan pengembang, SIMA 2 menggabungkan model bahasa besar Gemini dari Google LLC.

Dengan demikian, agen AI tersebut tidak hanya mampu mengeksekusi instruksi melainkan juga menyusun strategi berdasarkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap lingkungan game.

Menurut DeepMind, game-game virtual tersebut dipakai sebagai “arena latihan” agar agen dapat akhirnya diterapkan di dunia nyata, misalnya robot umum atau sistem otonom multi-tugas.

Pengembangan SIMA 2 dianggap sebagai langkah penting dalam persaingan menuju Artificial General Intelligence (AGI), dimana AI mampu menangani ragam tugas ala manusia dalam lingkungan yang dinamis.

“Kami memperkirakan teknologi ini akan memainkan peran kritis saat kami menuju AGI, dan agen akan memainkan peran yang lebih besar di dunia,” tulis DeepMind dilansir KompasTekno dari The Verge.

DeepMind menyebut bahwa kemampuan agen untuk beradaptasi pada game yang belum dilatih sebelumnya merupakan “fundamental” menuju robot umum yang dapat beroperasi di dunia fisik maupun digital.

Meski demikian, DeepMind menegaskan bahwa tujuan utama SIMA 2 saat ini bukan produk konsumen atau pembantu gamer.

Fungsinya lebih sebagai eksperimen riset untuk menguji batas kemampuan agen pembelajaran umum dalam situasi baru dan tak terduga. Ketersediaan publik juga masih terbatas.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle