Menu

Dark Mode
Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja Awal Revolusi AI: Server Nvidia Tak Laku, Elon Musk Beli dan Ubah Sejarah

Kabar Lifestyle

Google Rilis SIMA 2, AI Baru yang Bisa Jadi Fondasi Robot Serba Bisa di Masa Depan

badge-check


					Roboot Humanoid bernama atom yang bisa memasak steak dioperasikan dari jarak jauh hingga 1.800 kilometer(Foto: tangkapan layar YouTube (Dobot Robotic)) Perbesar

Roboot Humanoid bernama atom yang bisa memasak steak dioperasikan dari jarak jauh hingga 1.800 kilometer(Foto: tangkapan layar YouTube (Dobot Robotic))

Google DeepMind baru saja memperkenalkan agen AI terbaru bernama SIMA 2 (Scalable Instructable Multiworld Agent 2) yang mampu bermain dan menavigasi berbagai video game 3D, termasuk judul seperti No Man’s Sky, Valheim, dan Goat Simulator 3.

Sistem ini bukan sekadar mengikuti instruksi, tetapi dapat memahami tujuan pengguna, melakukan penalaran kompleks, dan menjalankan tindakan dalam lingkungan virtual yang belum pernah dijumpainya sebelumnya.

Diluncurkan sebagai research preview untuk sejumlah akademisi dan pengembang, SIMA 2 menggabungkan model bahasa besar Gemini dari Google LLC.

Dengan demikian, agen AI tersebut tidak hanya mampu mengeksekusi instruksi melainkan juga menyusun strategi berdasarkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap lingkungan game.

Menurut DeepMind, game-game virtual tersebut dipakai sebagai “arena latihan” agar agen dapat akhirnya diterapkan di dunia nyata, misalnya robot umum atau sistem otonom multi-tugas.

Pengembangan SIMA 2 dianggap sebagai langkah penting dalam persaingan menuju Artificial General Intelligence (AGI), dimana AI mampu menangani ragam tugas ala manusia dalam lingkungan yang dinamis.

“Kami memperkirakan teknologi ini akan memainkan peran kritis saat kami menuju AGI, dan agen akan memainkan peran yang lebih besar di dunia,” tulis DeepMind dilansir KompasTekno dari The Verge.

DeepMind menyebut bahwa kemampuan agen untuk beradaptasi pada game yang belum dilatih sebelumnya merupakan “fundamental” menuju robot umum yang dapat beroperasi di dunia fisik maupun digital.

Meski demikian, DeepMind menegaskan bahwa tujuan utama SIMA 2 saat ini bukan produk konsumen atau pembantu gamer.

Fungsinya lebih sebagai eksperimen riset untuk menguji batas kemampuan agen pembelajaran umum dalam situasi baru dan tak terduga. Ketersediaan publik juga masih terbatas.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fitur “Your Algorithm” Instagram Sudah Ada di Indonesia, Pengguna Android dan iOS Bisa Coba

11 December 2025 - 10:46 WIB

Pohon-pohon Tropis Tumbuhkan Akar Lebih Dalam, Serap Lebih Banyak Air

11 December 2025 - 10:23 WIB

Meta Rombak Desain Facebook, Jadi Mirip Instagram

11 December 2025 - 09:34 WIB

Peringkat Kecepatan Internet Indonesia Oktober 2025, Ngebut tapi Masih Memble

11 December 2025 - 09:28 WIB

Remaja Australia Didepak dari Medsos, PM: Baca Buku Saja

10 December 2025 - 23:58 WIB

Trending on Kabar Lifestyle