Menu

Dark Mode
BPBD dan Kwarcab Kota Bogor Lahirkan Pramuka Tangguh Bencana Ribuan Pegiat Kebudayaan Hadiri Riung Mungpulung Kasundaan di Kebun Raya Bogor Kelurahan Baranangsiang Siap jadi Barometer Tata Kelola Wilayah Jadwal MPL ID S17 Week 4: RRQ Hoshi Vs Evos HUAWEI Mate 80 Pro Kembali, Juara Kamera dan Ketangguhan Sudah Ada Pura 80 Pro, Apa Alasan Huawei Bawa Mate 80 Pro ke RI?

Headline

Festival Sapi Bupati Jember Cup Jadi Magnet Nasional, Gus Fawait Soroti Ketahanan Pangan dan Kemiskinan di Jember

badge-check


					Pembukaan Bupati Cup Season 2 di Stadion JSG Ajung, Sabtu (1/11/2025). (foto: ist) Perbesar

Pembukaan Bupati Cup Season 2 di Stadion JSG Ajung, Sabtu (1/11/2025). (foto: ist)

Kabupaten Jember – Kabupaten Jember jadi pusat perhatian nasional lewat gelaran Festival Sapi dan Bupati Jember Cup Season 2 yang berlangsung di Jember Sport Garden (JSG) Ajung, Sabtu (1/11/2025).

Acara yang digagas Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) ini dihadiri ratusan peternak dari berbagai daerah serta tokoh nasional lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Anggota DPR RI Kawendra Lukistian, dan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi terhadap langkah Jember yang dinilai mampu memantik kebangkitan sektor peternakan nasional.

“Festival seperti ini harus dijaga. Ini langkah konkret untuk mengurangi impor sapi. Kontribusi APPSI terhadap ketahanan pangan nasional luar biasa,” ujar Amran.

Ia juga menegaskan dukungan pemerintah untuk membantu petani dan peternak agar keluar dari jerat kemiskinan ekstrem.

“Insyaallah, kita bantu bibit jagung, kakao, dan kopi. Irigasi akan kita perbaiki agar pendapatan petani terus meningkat,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Muzani menyebut Festival Sapi bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah besar bagi kebangkitan ekonomi rakyat.

“Peternakan bukan sekadar urusan daging, tapi solusi untuk menekan kemiskinan dan meningkatkan gizi nasional,” ujarnya.

Ia juga mengulas pemerataan sektor peternakan perah di Indonesia.

“Ini peluang usaha baru dan momentum kebangkitan peternak lokal,” tegas Muzani.

Di tempat yang sama, Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan sebagai pilar utama pembangunan daerah.

“Kemiskinan kami secara absolut nomor dua se-Jawa Timur. Namun kemiskinan ekstrem di Jatim, berdasarkan data Kementerian Sosial, terbesar ada di Kabupaten Jember. Ini menjadi masalah bagi kami,” katanya.

Menurut Gus Fawait, sebagian besar masyarakat miskin di Jember berada di pedesaan dengan mata pencaharian sebagai petani dan peternak.

Karena itu, arah pembangunan daerah difokuskan pada peningkatan ketahanan pangan.

“Fokus kami Pemkab Jember hari ini salah satu fokusnya, selaras dengan Presiden Republik Indonesia, yaitu adalah ketahanan pangan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa produktivitas padi Jember sempat tinggi namun kini menurun, bukan karena alih fungsi lahan, melainkan persoalan infrastruktur pertanian.

“Setelah kami melihat, bukan karena peralihan lahan. Bahkan LP2B kami kemarin kami tambah. Sebelum tahun kemarin 86.358, hari ini kami jadikan 86.732 hektare,” paparnya.

Gus Fawait menekankan bahwa perbaikan sistem pengairan menjadi kunci peningkatan produktivitas.

“Yang menjadi masalah utama di pertanian kami di Jember adalah infrastruktur pertanian, sehingga kalau menambah luas lahan sepertinya kami agak berat, tapi kalau luas panen kami akan berusaha,” tuturnya.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat untuk memperbaiki jaringan irigasi, terutama di wilayah utara dan timur Jember.

“Masih ada lahan kami di daerah utara yang panennya itu tidak tiga kali setahun. Hanya wilayah selatan mungkin yang tiga kali setahun. Tapi wilayah utara, wilayah timur, itu baru yang sekali, ada yang dua kali,” ujarnya.

Gus Fawait menutup keterangannya dengan optimisme bahwa Jember akan kembali menjadi lumbung padi Jawa Timur.

“Mudah-mudahan nanti produktivitas padinya bisa meningkat dengan cara memperluas panen produktivitas dari padi,” tutupnya. *cr3

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Buka Rekrutmen Karyawan, BPJS Ketenagakerjaan Siap Perkuat Layanan dan Perluas Cakupan Kepesertaan

11 April 2026 - 19:22 WIB

Griya Pekerja Batam Curhat ke Direksi BPJS Ketenagakerjaan 

8 April 2026 - 14:34 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM

4 April 2026 - 07:09 WIB

Vonis Bebas Amsal Sitepu, Cerminkan Rasa Keadilan

2 April 2026 - 22:13 WIB

Bupati Rudy Susmanto Dites Urine, ASN Pemkab Bogor Tunggu Giliran

2 April 2026 - 20:29 WIB

Trending on Headline