Menu

Dark Mode
Usai Deepseek, Perusahaan China Ini Kejutkan Industri AI Inggris Terancam Krisis Air Imbas Pembangunan Data Center Komdigi Tetapkan Telkomsel, XLSmart, Indosat Pemenang Lelang Frekuensi Jutaan Satelit Akan Keliling Bumi Seperti Cincin Saturnus, Mimpi Buruk Bagi Astronomi Orang NPD Bisa Dilihat dari Alis Seseorang, Begini Cirinya Ide Tak Biasa, Ilmuwan Usul Matahari Diredupkan untuk Redam El Nino

Kabar Lifestyle

Era Baru Debt Collector AI, Warga Mulai Diteror Telepon Robot

badge-check


					Era Baru Debt Collector AI, Warga Mulai Diteror Telepon Robot. (Foto: Getty Images/Nirunya Juntoomma) Perbesar

Era Baru Debt Collector AI, Warga Mulai Diteror Telepon Robot. (Foto: Getty Images/Nirunya Juntoomma)

Di tengah situasi ekonomi yang lesu, jumlah utang pribadi di Amerika Serikat kini berada pada titik tertinggi sepanjang masa. Hal ini memicu lonjakan besar dalam keterlambatan pembayaran dan kredit macet.

Dikutip dari Detik, seiring banyaknya kreditur yang mengejar pembayaran, kini tugas penagihan tersebut semakin banyak dilakukan oleh kecerdasan buatan (AI) dan bukan lagi manusia.

Laporan terbaru dari Wired merinci kebangkitan agen AI yang digunakan untuk memburu para pengutang. Seperti yang diungkapkan oleh seorang pria asal Seattle bernama Ben, bot otonom bahkan melakukan panggilan telepon yang keliru terkait utang lama yang sebenarnya sudah lunas.

Dalam sebuah panggilan telepon mengenai sengketa tagihan sebesar USD 266 dengan mantan pemilik rumah sewaannya, Ben mengatakan bahwa ia terus didesak oleh Eve, sebuah agen suara yang jelas-jelas buatan komputer dari perusahaan bernama ProCollect.

“Apakah Anda ingin menyelesaikannya hari ini menggunakan kartu atau transfer bank?” tanya agen AI tersebut.

Karena yakin sudah menyelesaikan utang tersebut, Ben mulai memancing dan menguji batas kemampuan AI itu setelah sang bot menolak menghubungkannya dengan staf manusia.

“Saya pikir ia akan langsung mengalihkan panggilan ke agen manusia ketika saya bertanya tentang struktur pelunasan atau hal lain yang lebih teknis,” ceritanya kepada Wired.

Ia justru berhasil memanipulasi bot tersebut untuk terlibat permainan peran di mana Ben berpura-pura jadi seorang pria kecil dan utangnya diibaratkan sebagai wanita raksasa. Setelah beberapa menit melakukannya, Ben mengatakan panggilannya tiba-tiba dialihkan ke agen manusia, yang mengonfirmasi utangnya memang telah lunas.

Pedro Fernández, salah satu pendiri startup call center AI bernama Altur, para penagih utang (debt collector) adalah salah satu pengadopsi awal tekenologi. Altur, misalnya, melakukan lebih dari 2,5 juta panggilan penagihan utang setiap bulannya menggunakan agen AI.

Namun, tidak heran jika bot-bot tersebut juga sering melakukan kesalahan. Industri penagihan utang pada dasarnya bergantung pada jaringan data masif yang kadang tidak akurat. Namun demikian efisiensi yang dihadirkan AI diprediksi membuatnya semakin banyak digunakan para debt collector.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Usai Deepseek, Perusahaan China Ini Kejutkan Industri AI

21 July 2026 - 21:03 WIB

Inggris Terancam Krisis Air Imbas Pembangunan Data Center

21 July 2026 - 20:59 WIB

Komdigi Tetapkan Telkomsel, XLSmart, Indosat Pemenang Lelang Frekuensi

21 July 2026 - 20:55 WIB

Jutaan Satelit Akan Keliling Bumi Seperti Cincin Saturnus, Mimpi Buruk Bagi Astronomi

21 July 2026 - 20:52 WIB

Orang NPD Bisa Dilihat dari Alis Seseorang, Begini Cirinya

21 July 2026 - 20:46 WIB

Trending on Kabar Lifestyle