Menu

Dark Mode
Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial Santuni 200 Yatim dan Dhuafa, PWI Makin Nyata Bermanfaat untuk Warga

Kabar Lifestyle

Elon Musk Rilis Ensiklopedia Online Grokipedia, Langsung Dituding Jiplak Konten Wikipedia

badge-check


					Elon Musk mengumumkan rencana membangun Grokipedia, sebuah ensiklopedia online baru yang ditenagai oleh Grok AI.(Foto: X/ @tetsuo) Perbesar

Elon Musk mengumumkan rencana membangun Grokipedia, sebuah ensiklopedia online baru yang ditenagai oleh Grok AI.(Foto: X/ @tetsuo)

Perusahaan kecerdasan buatan (AI) xAI milik Elon Musk meluncurkan Grokipedia, ensiklopedia online yang digadang-gadang sebagai alternatif Wikipedia, pada Senin (27/10/2025).

Namun, belum lama dirilis, proyek ini langsung menuai tudingan menjiplak konten dari Wikipedia. Sejumlah artikel di Grokipedia diketahui menyalin konten dari Wikipedia secara langsung.

Seperti artikel tentang MacBook Air, PlayStation 5, dan Lincoln Mark VIII, di bagian bawah artikel tersebut terdapat catatan “konten diadaptasi dari Wikipedia, dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0”.

Bahkan, sebagian besar isi artikel tersebut identik dengan versi Wikipedia, baik dari segi kata dan baris.

Menurut Juru Bicara Wikimedia Foundation Lauren Dickinson, tim Wikimedia saat ini masih menelusuri cara kerja Grokipedia dan menegaskan bahwa Wikipedia tetap menjadi satu-satunya ensiklopedia daring besar yang dikelola lembaga nirlaba dengan prinsip transparansi dan partisipasi publik.

“Bahkan Grokipedia membutuhkan Wikipedia untuk tetap ada,” kata Lauren dari The Verge.

Selain persoalan plagiarisme, beberapa artikel di Grokipedia juga menuai kritik karena dinilai menyimpang dari konsensus ilmiah, terutama dalam topik sensitif seperti perubahan iklim.

Misalnya, jika Wikipedia menegaskan bahwa mayoritas ilmuwan sepakat pemanasan global disebabkan oleh aktivitas manusia, Grokipedia justru berbeda.

Grokipedia lebih menyoroti “kritikus” yang menganggap klaim tersebut dilebih-lebihkan dan menyebut adanya “upaya terkoordinasi” dari media dan organisasi seperti Greenpeace.

Dalam pernyataannya, Dickinson menegaskan bahwa Wikipedia telah menjadi tulang punggung pengetahuan sejak 2001 dan akan terus mempertahankan prinsip keterbukaan, kolaborasi, serta kemandirian tanpa iklan maupun penjualan data.

Ia juga menambahkan bahwa banyak proyek serupa telah mencoba menyaingi Wikipedia sebelumnya, tetapi tidak mengubah fokus mereka untuk menyediakan informasi gratis dan tepercaya kepada publik.

“Pengetahuan Wikipedia bersifat dan akan selalu bersifat manusiawi. Bahkan perusahaan AI seperti xAI bergantung pada hasil kerja kolektif manusia untuk membangun sistemnya,” kata Dickinson.

Grokipedia sendiri memiliki desain cukup berbeda dengan Wikipedia, tapi memiliki panel yang serupa.

Halaman depannya hanya menampilkan bilah pencarian besar, sementara halaman artikelnya menampilkan format judul, subjudul, dan kutipan seperti Wikipedia. Hanya saja, tampilan Grokipedia didominasi warna hitam.

Fitur pengeditan di Grokipedia juga belum sepenuhnya berfungsi. Tombol “Edit” hanya muncul di beberapa halaman dan tidak memberikan akses bagi pengguna untuk menyarankan perubahan.

Grokipedia juga mengeklaim bahwa setiap artikelnya telah melalui proses pengecekan fakta. Klaim ini menuai sorotan karena model bahasa besar (large language model/LLM) yang digunakan AI kerap kali menghasilkan informasi yang tidak akurat.

Hingga saat ini, Grokipedia disebut memiliki lebih dari 885.000 artikel. Angka ini jauh di bawah Wikipedia yang mencatat sekitar 7 juta halaman berbahasa Inggris.

Di laman utama Grokipedia, tertera label versi v0.1, menandakan bahwa platform ini masih berada dalam tahap awal pengembangan.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle