Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Lifestyle

Ditanya Soal Kesehatan, Google AI Overview Malah Comot Youtube

badge-check


					(Foto: Google) Perbesar

(Foto: Google)

Jakarta – Riset di Jerman mengungkap fakta mengkhawatirkan. Google AI Overview menjawab pertanyaan soal kesehatan memakai Youtube lebih banyak daripada website kesehatan.

Dilansir The Guardian Inggris, Senin (26/1/2026), SE Ranking yang berbasis di Berlin, Jerman mempublikasikan hasil riset mereka soal SEO dan Google AI Overview. Mereka mengetes Google AI Overview dengan 50.807 pertanyaan terkait kesehatan.

Hasilnya, 4,43% sitasi AI Overview berasal dari YouTube yang juga milik Google. Sumber-sumber lain presentasinya lebih rendah dari itu yaitu sumber rumah sakit, portal kesehatan pemerintah, asosiasi kedokteran atau lembaga pendidikan.

“Ini perkara serius karena YouTube bukan publisher kedokteran. Itu adalah platform video umum, semua bisa upload konten di sana. Ada dokter atau rumah sakit, tapi influencer dan kreator tanpa ilmu kedokteran juga ada di sana,” demikian tulis tim peneliti.

Kepada Guardian, Google menegaskan AI Overview dirancang untuk menampilkan konten berkualitas tinggi dari sumber terpercaya apapun formatnya. Mereka mengklaim banyak konten terpercaya dari badan kesehatan dan profesional kedokteran di YouTube.

Sebelumnya, investigasi dari Guardian menemukan orang-orang berpotensi dirugikan dengan informasi kesehatan yang salah dan menyesatkan dari Google AI Overview. Salah satunya informasi soal tes liver yang menyebabkan pasien dengan masalah liver merasa sehat. Google sudah menghapus respons tersebut.

Metodologi riset SE Ranking menganalisa 50.807 prompt terkait kesehatan dan aneka keyword untuk melihat respons AI Overview dan apa jawabannya. Jerman sengaja dipilih sebagai lokasi penelitian karena sistem layanan kesehatannya diatur ketat aturan Jerman dan Uni Eropa.

“Jika AI mengandalkan sumber non-kedokteran dalam lingkungan seketat Jerman, di luar Jerman bisa jadi lebih besar lagi,” kata mereka.

Dari hasil pengujian, AI Overview mengeluarkan jawaban untuk 82% pencarian. Jawaban dari YouTube muncul dalam 20.621 sitasi dari total 465.823 sitasi. Hasil lima besarnya adalah sebagai berikut:

YouTube (4,43%) – platform video milik Google

NDR.de (3,04%) – situs media yang punya tema kesehatan

Msdmanuals.com (2,08%) – situs kedokteran

Netdoktor.de (1,61%) – situs kesehatan konsumen

Praktischarzt.de (1,53%) – platform karir untuk dokter

“Ketergantungan tinggi pada YouTube dari pada otoritas kesehatan atau lembaga kedokteran berarti visibilitas dan popularitas lebih penting daripada reliabilitas kedokteran,” kata Hannah van Kolfschooten, salah satu peneliti dari University of Basel.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen

6 May 2026 - 22:21 WIB

Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos

2 May 2026 - 14:08 WIB

Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update

2 May 2026 - 13:50 WIB

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle