Distani Jamin Daging di Bogor

Masyarakat Kota Bogor, pada umurnya lebih menyukai daging segar dibanding daging beku. Daging beku sendiri, lebih banyak dijumpai di pasar-pasar modern. Untuk daging yang dijual di pasar-pasar Kota Bogor, mayoritas berasal dari Jawa Tengah ada sebagian yang berasal dari Australia dalam jumlah kecil. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Azrin Syamsudin yang menjadi narasumber bersama Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman.

“Sedikit tips untuk menghindari kenakalan penjual daging, di antaranya belilah di pedagang yang biasa kita beli dan belilah daging uang digantung. Saya sendiri yakin, konsumen sekarang sudah cerdas. Dari segi kehalalan, selama beberapa tahun kita selalu memberi pelatihan bagi para pemotong hewan.” kata Azrin.

Selain pelatihan bagi para pemotong, lanjut Azrin, Dinas Pertanian Kota Bogor bekerja sama dengan Badan Litbang Peternakan agar dapat menghasilkan hewan ternak yang baik. “Juga diberikan edukasi tentang kesehatan dan kesejahteraan hewan agar daging yang dihasilkan benar-benar berkualitas serta aman,” tegas Azrin. Azrin pun menjamin keutuhan dan kehalalan daging potong yang dijual pada pasar-pasar besar di Kota Bogor.

Sementara itu, Usmar menegaskan bahwa RPH di Kota Bogor telah mendapatkan ISO dimulai dari pemotongannya dan dampaknya bahkan telah mendapatkan label halal dari MUI. “Insya Allah, hewan yang dipotong di RPH Kota Bogor halal dan aman,” ujar Usmar. Usmar pun berharap tidak ada perbedaan dalam mengkonsumsi daging antara bulan Ramadhan dengan bulan biasa. “Jangan berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan dapat memberikan dampak yang buruk,” kata Usmar.

print

You may also like...