Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Headline

Dishub Jateng Larang Perantau Mudik

badge-check


					Dishub Jateng Larang Perantau Mudik Perbesar

Dinas Perhubungan Jawa Tengah meminta perantau asal Jateng, terutama dari Jakarta, untuk tidak mudik selama masa tanggap darurat COVID-19. Seruan itu dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona.

“Mudik ndak boleh,” ucap Kadishub Jateng, Satriyo Hidayat, kepada kumparan, Kamis (26/3).
Satriyo tak menjelaskan lebih lanjut terkait pelarangan mudik tersebut. Ia mengingatkan terkait bahaya penularan corona yang tidak bisa terdeteksi secara kasat mata.
Terkait mudik, dia mengaku belum bisa mendata jumlah penumpang dari Jakarta yang masuk ke Jateng. Satriyo mengaku sedang menyusun rumusan untuk menghadapi pemudik dari Jabodetabek.
“Ini sedang disusun protokolnya. Sudah dibahas, sehingga teman-teman kabupaten/kota melakukan satu langkah. Aturan ini yang harus kita bakukan supaya kita selamat dan pergerakan mereka minimal kita tahu, mereka (pemudik) ditolak juga enggak bisa kan,” jelasnya.
Salah satu langkah yang dilakukan saat ini adalah memeriksa kesehatan para pemudik untuk mencegah virus corona. Misal seperti rombongan pemudik dari Jakarta di Jepara.
“Di Jakarta dilakukan (pemeriksaan suhu tubuh), kemudian di Jepara juga dilakukan. Ini bagus, ini yang kita sebarkan sembari menunggu instruksi dari pusat yang bisa kita terjemahkan lagi nantinya,” kata Satriyo.
Terlepas dari itu, Satriyo meminta seluruh terminal mengadakan protokol kesehatan. Mulai dari penyemprotan bus yang baru masuk dengan disinfektan hingga menyediakan hand sanitizer.
“Protap bus datang disemprot, jadi alat angkut tidak jadi alat penularan. Jadi intinya, apa yang bisa tak lakoni, tak lakoni dhisik (yang bisa dilakukan, dilakukan dulu),” ucap Satriyo.
Imbauan ini, kata Satriyo, diharap bisa dilakukan sesegera mungkin oleh pengelola terminal. Pihaknya juga sudah memerintahkan ke OPD di daerah untuk mengupayakan pengadaan disinfektan secepatnya.
“Segera hari ini kalau bisa bus bus masuk terminal disemproti. Agar masyarakat enggak gaduh,” tegasnya.
sumber kumparan.com
foto kampusnesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

22 Ribu BPJS PBI Warga Sleman Mendadak Nonaktif, Pasien Gagal Ginjal Terancam Tak Bisa Berobat

3 November 2026 - 17:43 WIB

DPRD DIY Sayangkan 0 Persen Anggaran untuk Warga Pinggiran Code-Winongo

3 November 2026 - 14:35 WIB

Lahan Pertanian Susut 200 Hektare Pertahun, DPRD DIY Desak Audit Pemilik Bangunan Pelanggar

2 November 2026 - 16:57 WIB

Trending on Headline