Menu

Dark Mode
China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat Proyek Raksasa di Gurun Nevada: 1.650 Antena untuk Mengintip Semesta

Kabar Bogor

Dinas Kesehatan Kota Bogor Tegas dalam Pencegahan Stunting

badge-check


					Dinas Kesehatan Kota Bogor Tegas dalam Pencegahan Stunting Perbesar

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga tinggi anak terlihat pendek untuk usianya. Kondisi kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahiran. Namun stunting baru terlihat setelah anak berusia 2 tahun.

Maka dari itu Dinas Kesehatan Kota Bogor dibawahi oleh kepala bidang kesehatan masyarakat berkontribusi pada kegiatan sosialisasi dari BKKBN mengenai “Pencegahan Stunting” di Diklat KKB Jl.Kesehatan No.3 Tanah Sareal Kota Bogor, Rabu (31/7/2019).

Tujuannya di adakan kegiatan ini untuk menyebarluaskan informasi Stunting serta pencegahannya yang dihadiri oleh para petugas kesehatan dari Kabupaten Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Kota Depok dan Kota Bogor.

Pemateri mengenai stunting di bawakan oleh dr. Ida Djubaedah, M.Si selaku kepala seksi pembinaan dan pelayan gizi. Diawali dengan pengertian dan penyebab stunting.

Stunting dapat disebabkan oleh anemia pada remaja atau ibu hamil, bayi tidak diberi ASI eksklusif, sanitasi lingkungan yang buruk, dan anak sering sakit karena penyakit infeksi.

“Stunting itu penyakit, tapi kebanyakan masyarakat tidak tahu. Maka dari itu pemerintah mengadakan pemberiaan tablet tambahan darah bertujuan untuk menghindari stunting” ungkap dr. Ida Djubaedah

Selain tubuh terlihat pendek, stunting juga berisiko mengganggu perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak serta meningkatkan risiko anak mengalami berbagai penyakit kronis ketika dewasa seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan dengan cara mencukupi kebutuhan zat besi, menghindari paparan asap rokok, dan rutin dalam pemeriksaan kandungan. Pencegahan stunting pada anak berusia dua tahun atau 1000 hari pertama kehidupan juga dapat dicegah “pada saat itu, dibutuhkan zat gizi mikro termasuk ASI dan imunisasi sebagai upaya perlindungan berbagai penyakit infeksi” lanjut dr. Ida Djubaedah.

rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ini Langkah Awal Arwinsyah Putra Usai Terpilih Jadi Ketua Kadin

18 June 2026 - 15:15 WIB

Duta KTR Kota Bogor Dikukuhkan

17 June 2026 - 15:19 WIB

Bentuk Saka Adminduk, Pramuka Kota Bogor dan Discukcapil Teken MoU

13 June 2026 - 22:23 WIB

HJB, Imigrasi Bogor Layani 544 Pemohon Paspor

13 June 2026 - 09:43 WIB

HJB 544, Dedie-Jenal Beri Penghargaan kepada Masyarakat

3 June 2026 - 23:19 WIB

Trending on Kabar Bogor