Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar Bogor

Dinas Kesehatan Kota Bogor Tegas dalam Pencegahan Stunting

badge-check


					Dinas Kesehatan Kota Bogor Tegas dalam Pencegahan Stunting Perbesar

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga tinggi anak terlihat pendek untuk usianya. Kondisi kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahiran. Namun stunting baru terlihat setelah anak berusia 2 tahun.

Maka dari itu Dinas Kesehatan Kota Bogor dibawahi oleh kepala bidang kesehatan masyarakat berkontribusi pada kegiatan sosialisasi dari BKKBN mengenai “Pencegahan Stunting” di Diklat KKB Jl.Kesehatan No.3 Tanah Sareal Kota Bogor, Rabu (31/7/2019).

Tujuannya di adakan kegiatan ini untuk menyebarluaskan informasi Stunting serta pencegahannya yang dihadiri oleh para petugas kesehatan dari Kabupaten Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Kota Depok dan Kota Bogor.

Pemateri mengenai stunting di bawakan oleh dr. Ida Djubaedah, M.Si selaku kepala seksi pembinaan dan pelayan gizi. Diawali dengan pengertian dan penyebab stunting.

Stunting dapat disebabkan oleh anemia pada remaja atau ibu hamil, bayi tidak diberi ASI eksklusif, sanitasi lingkungan yang buruk, dan anak sering sakit karena penyakit infeksi.

“Stunting itu penyakit, tapi kebanyakan masyarakat tidak tahu. Maka dari itu pemerintah mengadakan pemberiaan tablet tambahan darah bertujuan untuk menghindari stunting” ungkap dr. Ida Djubaedah

Selain tubuh terlihat pendek, stunting juga berisiko mengganggu perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak serta meningkatkan risiko anak mengalami berbagai penyakit kronis ketika dewasa seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan dengan cara mencukupi kebutuhan zat besi, menghindari paparan asap rokok, dan rutin dalam pemeriksaan kandungan. Pencegahan stunting pada anak berusia dua tahun atau 1000 hari pertama kehidupan juga dapat dicegah “pada saat itu, dibutuhkan zat gizi mikro termasuk ASI dan imunisasi sebagai upaya perlindungan berbagai penyakit infeksi” lanjut dr. Ida Djubaedah.

rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan

4 November 2026 - 14:51 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Dedie Rachim: Kendaraan Listrik Jadi Peluang Besar Dukung Kota Ramah Lingkungan

3 November 2026 - 18:43 WIB

DIY Punya 14 Titik Potensi Bencana, DPRD DIY Minta Sistem Peringatan Dini Diperkuat

3 November 2026 - 17:46 WIB

Resmi Buka LT III Kota Bogor 2026, Kak Denny Mulyadi Tegaskan Pentingnya Sportivitas dan Karakter Penggalang

3 November 2026 - 13:05 WIB

Trending on Kabar Bogor