Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Kabar Bogor

Dinas Kesehatan Kota Bogor Tegas dalam Pencegahan Stunting

badge-check


					Dinas Kesehatan Kota Bogor Tegas dalam Pencegahan Stunting Perbesar

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga tinggi anak terlihat pendek untuk usianya. Kondisi kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahiran. Namun stunting baru terlihat setelah anak berusia 2 tahun.

Maka dari itu Dinas Kesehatan Kota Bogor dibawahi oleh kepala bidang kesehatan masyarakat berkontribusi pada kegiatan sosialisasi dari BKKBN mengenai “Pencegahan Stunting” di Diklat KKB Jl.Kesehatan No.3 Tanah Sareal Kota Bogor, Rabu (31/7/2019).

Tujuannya di adakan kegiatan ini untuk menyebarluaskan informasi Stunting serta pencegahannya yang dihadiri oleh para petugas kesehatan dari Kabupaten Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Kota Depok dan Kota Bogor.

Pemateri mengenai stunting di bawakan oleh dr. Ida Djubaedah, M.Si selaku kepala seksi pembinaan dan pelayan gizi. Diawali dengan pengertian dan penyebab stunting.

Stunting dapat disebabkan oleh anemia pada remaja atau ibu hamil, bayi tidak diberi ASI eksklusif, sanitasi lingkungan yang buruk, dan anak sering sakit karena penyakit infeksi.

“Stunting itu penyakit, tapi kebanyakan masyarakat tidak tahu. Maka dari itu pemerintah mengadakan pemberiaan tablet tambahan darah bertujuan untuk menghindari stunting” ungkap dr. Ida Djubaedah

Selain tubuh terlihat pendek, stunting juga berisiko mengganggu perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak serta meningkatkan risiko anak mengalami berbagai penyakit kronis ketika dewasa seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan dengan cara mencukupi kebutuhan zat besi, menghindari paparan asap rokok, dan rutin dalam pemeriksaan kandungan. Pencegahan stunting pada anak berusia dua tahun atau 1000 hari pertama kehidupan juga dapat dicegah “pada saat itu, dibutuhkan zat gizi mikro termasuk ASI dan imunisasi sebagai upaya perlindungan berbagai penyakit infeksi” lanjut dr. Ida Djubaedah.

rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Petugas Gabungan di Bogor Terus Berjibaku Padamkan 8 Lahan Sampah Terbakar

14 September 2026 - 19:36 WIB

67 Tahun Pelopor, Momentum Evaluasi dan Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

14 September 2026 - 19:32 WIB

Pemkot Bogor dan Danone Indonesia Kolaborasi Kembangkan UMKM agar Naik Kelas

14 September 2026 - 19:28 WIB

Denny Mulyadi Dorong Peningkatan Pelayanan Publik dalam Penilaian Ombudsman 2026

14 September 2026 - 19:25 WIB

CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis

11 September 2026 - 16:00 WIB

Trending on Kabar Bogor