Menu

Dark Mode
Pengerjaan Trase Baru Batutulis Segera Dimulai, Malam Ini Alat Berat Masuk Xi Jinping Janjikan ‘Karpet Merah’ Bagi Raksasa Teknologi AS Mantan Rekan Kerja Bilang Omongan Sam Altman Tak Bisa Dipegang Apa Saja Tanda Orang yang Tak Punya Teman Dekat? Cek 5 Hal Ini Kata Siapa Minyak Bumi dari Fosil Dino, Ilmuwan Tak Bilang Begitu Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Bahaya Nggak Nih?

Kabar PDAM

Curah Hujan Tinggi, Perumda Tirta Pakuan Siapkan Antisipasi

badge-check


					Curah Hujan Tinggi, Perumda Tirta Pakuan Siapkan Antisipasi Perbesar

Hujan yang mulai mengguyur wilayah Kota Bogor dan sekitarnya, mendapat sorotan Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan. Lantaran intensitas hujan yang tinggi, berdampak pada produksi air bersih.

Menurut Rino, intensitas curah hujan tinggi  belakangan ini bida berdampak pada  kehilangan kualitas pelayanan, untuk itu Perumda Tirta Pakuan menyiapkan beberapa antisipasi.

“Kondisi sumber air baku yang digunakan Tirta Pakuan, punya tingkat kekeruhan yang cukup tinggi. Terutama yang bersumber dari Sungai Ciliwung.Terakhir dua hari lalu  produksi stop, gara-gara air baku kita tida bisa diproduksi. Terlalu keruh, yang di Katulampa,” kata Rino, Selasa (26/10/2021).

Sementara  sumber air dari Sungai Cisadane, lanjut Rino, cenderung relatif lebih bagus kualitas airnya. Meskipun sampahnya lebih banyak di Cisadane ketimbang Ciliwung.

“Kalau sudah keruh ya tidak bisa dipakai. Kita kan ada batasannya. Tingkat kekeruhan itu namanya NTU. Normalnya itu 400 NTU. Nah kemarin itu bisa sampai 4 ribu NTU,” jelasnya.

lebih lanjut Rino menambahkan, Perumda Tirta Pakuan maksimal hanya bisa memproduksi  seribu sampai 1.500. itu juga harus membuang lumpurnya lebih banyak.

“Jika lebih dari 4 ribu, kita stop produksi. Ketika NTU rendah,  maka air lebih jernih dan ketika dibubuhkan kimia untuk ikat lumpur, akan cepat mengendap,” tegas Rino.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Perumda Tirta Pakuan membuat beberapa antisipasi, diantaranya membuat cerukan di depan pintu air masuk di tempat produksi air bersih. Agar lumpur bisa mengendap di cerukan dan air baku yang masuk lebih bersih dan lebih banyak.

“Kita harus cari alternatif lain. Artinya punya beberapa skema seperti di Ciherangpondok. Ada tempat namper-nya lah air itu sebelum masuk ke tempat produksi,” pungkasnya.

Penulis Pratama

Editor Aldho Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Optimalkan Potensi Bisnis Non Air, Direktur Bisnis & Pelayanan Tirta Pakuan Cek Aset

9 May 2026 - 21:50 WIB

TP PKK dan Perumda Tirta Pakuan Sinergi Dukung Pendataan Pelanggan yang Akurat

30 April 2026 - 10:09 WIB

Tirta Pakuan Fokus Ajak Warga dan Sektor Usaha Gunakan Air PDAM

26 April 2026 - 21:00 WIB

Gelar Halal Bi Halal, PWI Kota Bogor dan Tirta Pakuan Perkuat Sinergitas

2 April 2026 - 19:37 WIB

Dua Direksi Baru Tirta Pakuan Hari Ini Dilantik

27 March 2026 - 08:44 WIB

Trending on Kabar Bogor