Jakarta – Google disebut tengah menyiapkan perubahan besar untuk ekosistem Chromebook. Sistem operasi ChromeOS yang sudah digunakan sejak Chromebook pertama meluncur pada 2011 dilaporkan akan dipensiunkan secara bertahap, dengan target dukungan berakhir pada 2034.
Informasi ini mencuat dari dokumen pengadilan dalam kasus antitrust Google di Amerika Serikat. Dalam transkrip sidang, ChromeOS disebut masih akan terus didukung selama beberapa tahun ke depan, tetapi Google berencana menghentikannya sepenuhnya setelah 2034. Setelah itu, proyek sistem operasi baru bernama Aluminium OS diprediksi menjadi platform utama untuk perangkat desktop dan thin client Google.

Google sendiri pada 2025 sudah mengonfirmasi rencana untuk melebur Android dan ChromeOS menjadi satu platform desktop terpadu. Aluminium OS disebut sebagai hasil dari strategi tersebut, dan pengembangannya kini sudah berjalan aktif, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (6/2/2026).
Dokumen pengadilan juga menegaskan Google wajib mendukung perangkat ChromeOS yang sudah beredar “setidaknya” hingga 2033. Hal ini terkait komitmen perusahaan memberikan update dan dukungan software selama 10 tahun bagi pengguna Chromebook.
Perubahan ini terjadi di tengah tekanan besar terhadap Google setelah kalah dalam gugatan Departemen Kehakiman AS terkait monopoli pencarian web. Hakim dalam kasus tersebut menyatakan Google memegang posisi monopoli ilegal, sehingga perusahaan kini fokus mengurangi dampak putusan tersebut. Chrome browser masih dipertahankan, namun masa depan ChromeOS dan penerusnya menjadi bagian yang lebih tidak pasti.
Secara teknis, ChromeOS selama ini dikenal sebagai sistem operasi ringan berbasis browser Chrome dan Linux, yang populer di sektor pendidikan karena harga perangkatnya terjangkau dan pengelolaannya mudah.
Aluminium OS diperkirakan akan menjadi varian Android yang dioptimalkan untuk penggunaan desktop. Sistem ini disebut bakal mendukung aplikasi Android dan juga kompatibel dengan aplikasi ChromeOS yang sudah disesuaikan untuk layar lebih besar.
Menariknya, Aluminium OS juga digadang-gadang menjadi lini Android pertama yang bisa berjalan di arsitektur Arm maupun x86, membuka peluang lebih luas untuk perangkat PC dan laptop murah.
Jika Aluminium OS benar-benar menggantikan ChromeOS, Google berpotensi membangun dominasi baru di pasar perangkat pendidikan berbiaya rendah dan desktop Android dalam beberapa tahun mendatang, meski langkah ini juga bisa memicu kontroversi baru di tengah sorotan regulator.
Sumber: detik.com














