Hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kota Bogor tanpaknya tidak mengendurkan antusias warga Bogor dan luar Bogor, untuk menyaksikan pesta rakyat Bogor Street Festival CGM 2018 yang berlangsung di Jalan Suryakencana Bogor, Jumat (2/3/2018)
Bukan hanya penonton, acara yang dibuka Ketua MPR RI Zulkifli Hasan tersebut, peserta pengisi acara pun tetap menampilkan keahlian mereka meski harus berbasah-basahan.

Selain dibuka Ketua MPR yang mewakili Presiden Republik Indonesia, hadir pula Plt Walikota Bogor Usmar Hariman, Muspida Kota Bogot, calon walikota, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Menurut Zulkifli, Cap Go Meh ini patut didukung dan dilestarikan, karena mampu mempersatukan antar unat beragama.”Semua bersatu, ada Islam, Hindu, Budha, Kristen Protestan, kristen Katolik, juga Konghucu, juga berbagai etnis hadir di sini, tentunya berbagai kesenian daerahpun hadir dan disajikan di acara ini. Ini patut dilestarikan sebagai pemersatu bangsa,” kata Zulkifli.
Acara diawali dengan penampilan Marching band, Paskibraka, Marawis, Paduan Suara, Drumband PUSDIKZI (Chanka Ksatria Bhakti), PPI Kota Bogor, dan marawis Iremsi.
Dilanjutkan berturut-turut hingga selesai Parade Seni dan Budaya, Bonge Saleor, sanggar Edas, Ngarak Posong Cianjur, Tarian Soya-soya Maluku, Putri Kanyere Pamanah Rasa LPM Empang, Reog Ponorogo Singo Ngumboro, Komunitas Cinta Berkain, Parebut Seeng Cimande, Illutiin Of Death UNPAK, Tari Piring Sumatra Barat, Medi Fans Club, Marching Band Nafiri Mayor 50 Mardi Yuana, Ondel-ondel DKI Jakarta, Eat, Play, Relax Enjoy Bogor, Ngremo (Tari Remo) Madura, Tari Marngket dan cakalele Sulawesi Utara, Kemilau Bogor, Dipokersen, Datara Bogor (Dadali Taleus Raflesia) Dewi Ratih, Bebegig Baladewa Ciamis, Gendang Beleq NTB, Genye (Gerakan Nyere) Purwakarta, Ogoh-ogoh Kala Buta Bumi Brimob, Drumband SMP Negeri 1 Bogor.
Hingga pukul 23:00, pengunjung masih memadati area acara Cap Go Meh, demi menyaksikan acara penutup yaitu, Liong, Barongsai, Tandu Joli, Kendaraan Hias.
ReporterYudi Budiman













